Pelaku PETI Ditangkap, Presma UNIKS Desak Polsek Kuantan Mudik Kejar Nisbon Selaku Pemodal
KUANSING, RANAHRIAU.COM – Penangkapan salah satu pekerja atau pelaku dalam operasi penertiban tambang emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi memicu reaksi keras dari Badan Eksekutif Mahasiswa.
Presiden Mahasiswa Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS), Adnos, mendesak Polres Kuansing tidak berhenti pada pelaku lapangan. Bahkan, ia menegaskan bahwa BEM UNIKS akan menggelar aksi di Mapolres Kuansing jika dalam 7 hari tidak ada penetapan tersangka baru dari kalangan pemodal.
"Kami apresiasi polisi sudah bertindak. Tapi kalau hanya menangkap pekerja yang kebetulan ada di lokasi, ini tidak adil. Akar masalahnya ada di pemodal. Tangkap dan proses hukum pemodalnya," tegas Adnos di Teluk Kuantan.
Diketahui, Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial DH (41) yang diduga sedang melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin di area Perkebunan Kelapa Sawit Afdeling IV Blok D113 PT Karya Tama Bakti Mulya (KTBM).
Kapolsek Kuantan Mudik AKP Riduan Butar Butar SH MH, Sabtu (30/5/2026) dalam keterangan pers nya membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya aktivitas PETI di wilayah Desa Pantai.
Presma UNIKS, Adnos, menyebut pihaknya sudah mengantongi nama yang diduga menjadi cukong dan siap menyerahkan data ke polisi Senin besok. Ia juga meminta jaminan agar dirinya tidak diintervensi oleh pihak manapun dalam menyuarakan agar pemodal PETI segera Ditangkap.
" Kami mendesak Polsek Kuantan Mudik jajaran Polres Kuansing untuk mengusut tuntas jaringan pemodal. Jangan hanya pekerja lapangan yang ditangkap. Transparansi proses hukum, dan Publik berhak tahu perkembangan kasus," ucapnya
Sementara itu, Nisbon yang disebut-sebut sebagai pemodal ketika dikonfirmasi ranahriau.com via telfon seluler nya tidak menampik jika yang Ditangkap oleh anggota Polsek Kuantan Mudik itu adalah anggotanya.
" Benar. Yang Ditangkap oleh Polsek Itu anggota saya. Dia mengira yang datang bukan polisi, melainkan orang dari pihak perusahaan KTBM," ucapnya singkat.


Komentar Via Facebook :