Dua Kasus Pencabulan Guncang Dunia Pesantren, Korban Diduga Capai Puluhan Santri

Dua Kasus Pencabulan Guncang Dunia Pesantren, Korban Diduga Capai Puluhan Santri

Foto: Ist, Sumber : Net

BOGOR,R ANAHRIAU.COM- Dunia pendidikan keagamaan kembali tercoreng setelah dua kasus dugaan pencabulan di lingkungan pondok pesantren mencuat hampir bersamaan di Bogor dan Pati. Aparat kepolisian kini tengah mendalami dugaan kekerasan seksual yang melibatkan pengajar hingga pengasuh pondok pesantren.

Di Kabupaten Bogor, Polres Bogor menangani kasus dugaan pencabulan terhadap santri laki-laki di sebuah pondok pesantren di kawasan Ciawi. Kasat PPA/PPO Polres Bogor, Silvi Adi Putri, mengungkapkan bahwa hingga kini sudah tiga korban resmi melapor, namun jumlah dugaan korban diperkirakan mencapai 17 anak. “Korban rata-rata anak laki-laki usia sekitar 14 tahun,” ujar Silvi.

Terduga pelaku disebut merupakan salah satu pengajar di pondok pesantren tersebut. Polisi kini masih melakukan pendalaman dan membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum berani melapor.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan seksual di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan yang selama ini kerap tertutup rapat oleh budaya takut, relasi kuasa, dan stigma sosial. Banyak korban anak memilih diam karena pelaku merupakan figur yang dihormati di lingkungan pesantren.

Sementara itu di Kabupaten Pati, Kepolisian Resor Pati berhasil menangkap Asyhari (51), tersangka pencabulan terhadap puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo. Asyhari yang diketahui merupakan pengasuh ponpes tersebut ditangkap setelah mencoba melarikan diri ke wilayah Wonogiri.

Kasus di Pati memicu kemarahan publik setelah dugaan korban disebut mencapai puluhan santriwati. Polisi kini mendalami kemungkinan adanya tindak pidana berulang yang telah berlangsung dalam waktu lama.

Rentetan kasus ini kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai pengawasan lembaga pendidikan berbasis asrama. Di balik tembok pesantren yang seharusnya menjadi tempat membangun moral dan akhlak, aparat kini justru menemukan dugaan penyalahgunaan kuasa yang menghancurkan masa depan anak-anak.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :