Di Tengah Bara Global, Pemerintah Percaya Diri: Ekonomi RI Diklaim Tahan Banting

Di Tengah Bara Global, Pemerintah Percaya Diri: Ekonomi RI Diklaim Tahan Banting

Foto: Ist

JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Di saat ekonomi dunia bergetar oleh konflik di Timur Tengah, pemerintah Indonesia justru meniupkan nada optimisme. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, fondasi ekonomi nasional masih kokoh, bahkan disebut kian berdaya tahan.

Airlangga mengutip berbagai lembaga internasional yang menilai risiko rambatan menuju resesi global hanya sekitar 5 persen. Ia juga menyebut International Monetary Fund menempatkan Indonesia sebagai salah satu “bright spot” di Asia, titik terang di tengah lanskap ekonomi yang diliputi ketidakpastian.

Dengan bekal itu, pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa menembus 5,4 persen, melampaui capaian 2025 yang berada di level 5,11 persen.

Nada optimisme bahkan lebih tinggi datang dari Menteri Keuangan Purbaya. Ia percaya target pertumbuhan 8 persen dalam 2 hingga 3 tahun ke depan bukan sekadar angan. Menurutnya, tanpa perubahan struktur ekonomi pun, laju 6 persen sudah bisa diraih melalui optimalisasi sektor swasta dan belanja pemerintah.

“Setelah itu, baru diperkuat dengan perbaikan struktur ekonomi secara bertahap,” kira-kira demikian arah strateginya.

Untuk jangka pendek, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 berada di kisaran 5,5 persen, dengan angka serupa dipatok untuk kuartal II.

Namun di balik optimisme yang mengalir deras, pasar tetap menunggu pembuktian. Sebab dalam ekonomi, klaim ketahanan tak cukup dirangkai dengan kata-kata, melainkan harus diuji oleh badai yang nyata.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :