Tak Sampai Seperempat Jam, Semua Hilang: Kisah Pilu Keluarga Lukman di Meranti

Tak Sampai Seperempat Jam, Semua Hilang: Kisah Pilu Keluarga Lukman di Meranti

Foto: Ist

Tengah Malam Disambar Api! 15 Menit Saja, Rumah Warga Meranti Ludes, Kini Tinggal Pakaian di Badan

MERANTI, RANAHRIAU.COM – Malam yang seharusnya tenang berubah jadi mimpi buruk. Dalam hitungan menit, kobaran api melahap habis rumah milik Lukman (akrab disapa Keman), warga Jalan Rintis Laut, Gang Kaat, RT/RW 02/02, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu malam (21/3/2026).

Api datang tanpa aba-aba. Sekitar pukul 23.45 WIB, warga mendadak geger melihat nyala api membumbung dari bagian dapur rumah papan berukuran sekitar 16×30 meter tersebut.

Tak butuh waktu lama. Api seperti “monster lapar” yang mengamuk, melahap seluruh bangunan dalam waktu kurang dari 15 menit.

Warga yang panik mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun upaya itu tak mampu menandingi ganasnya si jago merah.
“Cepat sekali apinya. Kami sudah berusaha, tapi tidak bisa diselamatkan,” ujar salah seorang warga di lokasi.

Terbangun dari Tidur, Rumah Sudah Terbakar
Lukman menceritakan detik-detik mencekam saat api mulai membesar. Ia dan keluarganya sedang terlelap saat hawa panas tiba-tiba membangunkannya.

“Saya bangun karena terasa panas. Pas lihat, api sudah besar dari dapur,” ungkapnya dengan wajah masih syok.

Tanpa pikir panjang, ia langsung membangunkan istri dan anaknya, lalu bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Barang-barang tidak sempat diselamatkan. Hanya motor yang di luar itu saja yang selamat,” tambahnya.

Habis Tanpa Sisa, Tinggal Pakaian di Badan
Api tak memberi ampun. Seluruh isi rumah, mulai dari perabotan hingga barang berharga, ludes terbakar.

Dalam sekejap, rumah yang sebelumnya berdiri kokoh berubah jadi puing dan abu.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Lukman dan keluarganya berhasil menyelamatkan diri tepat waktu.

Lokasi rumah yang agak berjauhan dari pemukiman lain juga menjadi faktor penting yang mencegah api merambat ke rumah warga sekitar.

Damkar Datang, Api Sudah Jinak
Petugas pemadam kebakaran sempat tiba di lokasi, namun saat itu api sudah mulai mereda. Mereka hanya bisa memastikan kondisi aman sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada korban. “Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga korban diberi ketabahan,” ujar salah satu petugas.

Warga Berdatangan, Duka Menyelimuti
Pasca kejadian, warga berbondong-bondong datang ke lokasi. Suasana duka terasa kental. Banyak yang tak kuasa melihat kondisi rumah yang kini hanya tinggal arang.

Saat ini, Lukman bersama keluarga terpaksa mengungsi sementara ke rumah tetangga.
Musibah ini menyisakan satu pelajaran pahit: api bisa datang tanpa permisi, dan dalam sekejap, melucuti semua yang kita miliki.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :