Kapolda Riau Susur Sungai Jelajah Kampung, dorong Pelestarian Budaya dan Alam Pesisir
Foto: ist
KEPULAUAN MERANTI, RANAHRIAU.COM- Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan turun langsung menyusuri sungai dan kampung pesisir di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kehadiran orang nomor satu di Polda Riau itu dalam kegiatan Susur Sungai Jelajah Kampung bukan sekadar simbolis, melainkan membawa pesan kuat soal pelestarian budaya, lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Irjen Herry hadir bersama Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi serta jajaran pejabat utama Polda Riau. Turut mendampingi Bupati Kepulauan Meranti Kombes (Purn) H. Asmar, Ketua Pengadilan Negeri Bengkalis, Kajari Kepulauan Meranti, Kalapas Selatpanjang, KSOP, dan unsur Forkopimda lainnya.
Kegiatan Susur Sungai Jelajah Kampung sendiri merupakan agenda ekowisata berbasis budaya yang berkembang di Desa Wisata Budaya Bokor. Aktivitas ini mengajak pengunjung menyusuri sungai, hutan mangrove, sekaligus menyaksikan kehidupan masyarakat pesisir yang masih menjaga kearifan lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau ikut menelusuri jalur sungai untuk melihat langsung potensi ekowisata mangrove yang menjadi kekayaan alam Kepulauan Meranti. Ia mengaku terkesan dengan kondisi lingkungan yang masih terjaga serta keanekaragaman hayati yang dimiliki wilayah kepulauan terluar Riau itu.
Menurut Irjen Herry, kekuatan Kepulauan Meranti tidak hanya terletak pada letak geografisnya yang strategis, tetapi juga pada budaya masyarakat dan ekosistem alam yang masih lestari. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mendorong ekonomi berbasis kearifan lokal.
“Alam yang terjaga dan budaya yang hidup adalah modal besar bagi masa depan daerah. Ini harus dirawat bersama,” pesan Kapolda.
Melalui kegiatan ini, Polda Riau ingin menunjukkan pendekatan humanis dan partisipatif dalam menjaga keamanan, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Susur sungai bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi menjadi simbol kehadiran negara hingga ke kampung-kampung pesisir, menyapa warga, dan memastikan alam serta budaya tetap lestari.


Komentar Via Facebook :