PMKRI Pekanbaru Kecam Keras Aksi Pembacokan di Lingkungan UIN Suska Riau

PMKRI Pekanbaru Kecam Keras Aksi Pembacokan di Lingkungan UIN Suska Riau

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pekanbaru mengecam keras tindakan kekerasan berupa pembacokan yang terjadi di lingkungan Kampus UIN Suska Riau.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Pekanbaru, Benedik Bonaventura Tarigan, menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan tamparan bagi dunia akademik dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan serta peradaban kampus.

“Kampus adalah ruang intelektual, ruang dialog, dan pembentukan karakter. Bukan tempat brutalitas dan pelampiasan emosi yang berujung pada tindakan kriminal,” tegas Benedik dalam pernyataan sikapnya.

PMKRI menilai, dugaan motif relasi personal di balik peristiwa tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran atas tindakan kekerasan. Setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk mengelola emosi dan menjunjung tinggi martabat manusia.

“Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan upaya melukai, apalagi menghilangkan nyawa seseorang,” lanjutnya.

Empat Sikap Tegas PMKRI
Dalam pernyataannya, PMKRI Cabang Pekanbaru menyampaikan empat sikap resmi:

  • Mengecam keras segala bentuk kekerasan di lingkungan kampus.
  • Mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan tegas sesuai hukum yang berlaku.
  • Menuntut pertanggungjawaban pelaku tanpa toleransi atau kompromi.
  • Mendorong pihak kampus melakukan evaluasi serius terhadap sistem keamanan, pengawasan internal, serta penguatan pendidikan karakter dan kesehatan mental mahasiswa.

Menurut PMKRI, peristiwa ini harus menjadi alarm bagi seluruh perguruan tinggi di Pekanbaru bahwa kekerasan di dunia akademik adalah ancaman nyata yang tidak boleh disepelekan.

“Mahasiswa adalah agen perubahan, bukan pelaku teror di lingkungan pendidikannya sendiri,” ujar Benedik.

PMKRI juga menyampaikan solidaritas dan doa bagi korban serta keluarga, serta berharap korban mendapatkan penanganan medis terbaik hingga pulih sepenuhnya.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :