Polisi Muda Tewas Diduga Dianiaya Senior, Luka Lebam dan Pendarahan Terungkap
Foto: ist
MAKASSAR, RANAHRIAU.COM- Kematian Bripda Dirja Pratama (19), anggota Samapta Polda Sulawesi Selatan, memunculkan keprihatinan serius di internal kepolisian. Fakta yang terungkap menunjukkan dugaan kekerasan yang dilakukan oleh seniornya sendiri.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban dipanggil oleh seniornya, namun tidak memenuhi panggilan tersebut. Pada subuh hari, korban kemudian dijemput dari asrama.
Setelah itu, Bripda Dirja diduga mengalami tindakan kekerasan. Hasil pemeriksaan menemukan sejumlah luka lebam di lengan, perut, dada, dan wajah. Darah juga dilaporkan keluar dari mulut korban.
Dalam perkembangan terbaru, seorang senior berinisial Bripda P telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara lima senior lainnya masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami peran masing-masing.
Dugaan Kekerasan Internal Kembali Disorot
Kasus ini kembali membuka sorotan terhadap dugaan praktik kekerasan dalam hubungan senior-junior di lingkungan aparat. Publik mempertanyakan bagaimana tindakan brutal bisa terjadi di dalam institusi yang seharusnya menegakkan hukum dan melindungi masyarakat.
Penetapan tersangka menjadi langkah awal, namun masyarakat menunggu proses hukum berjalan transparan dan tanpa perlindungan terhadap pelaku jika terbukti bersalah.
Tragedi ini bukan hanya soal pelanggaran individu, tetapi juga ujian bagi komitmen institusi dalam menegakkan disiplin internal dan memastikan tidak ada budaya kekerasan yang dibiarkan tumbuh.
Keadilan bagi korban kini menjadi perhatian utama, sekaligus momentum refleksi bagi pembenahan sistem pengawasan dan pembinaan di tubuh kepolisian.


Komentar Via Facebook :