Kolam Limbah Pabrik PT. SKA Timpeh 4 Jebol, Ribuan Ikan di Lubuk Larangan Mati
Masyarakat berbondong-bondong menyaksikan pencemaran sungai Lubuk Larangan
SIJUNJUNG, RANAHRIAU.COM - Jebolnya kolam limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Sumatera Karya Agro (SKA) diduga sebagai pemicu matinya ribuan ikan di Lubuk Larangan Sungai Batang kering, Nagari Kamang Kecamatan Kamang Baru, Sijunjung. Sabtu (21/02/2026).
Peristiwa jebolnya kolam limbah PT SKA tersebut dibenarkan oleh masyarakat sekitar perusahaan, yang melihat sungai Batang kering sudah berubah warna hitam pekat dan diduga akibat dari limbah Pabrik yang mengalir ke Sungai.
Tidak hanya masyarakat sekitar perusahaan, peristiwa pencemaran Sungai Batang kering akibat jebolnya limbah pabrik PT SKA itu juga dibenarkan Kapolsek Kamang Baru, AKP Syafrinaldi, SH., kepada wartawan.
" Benar, Kolam limbah PT SKA Jebol dan mengalir ke sungai Batang kering dan berakibat air sungai keruh dan menghitam." ujar AKP Syafrinaldi.
Tidak berselang lama, masyarakat sudah ramai berkumpul di jembatan Batang Kering untuk menyaksikan kondisi air sungai Batang kering yang sudah berubah warna, dan sebagian besar ikan sudah ada yang mati diduga akibat keracunan limbah PKS.
" Untuk saat ini, Kami tidak bisa lagi menggunakan air sungai, karena sudah tercemar limbah Pabrik PT SKA. Disamping airnya keruh, saya takut kena penyakit kalau saya mandi disini," jelas Enda, warga Sijunjung.
Hal senada juga disampaikan salah seorang warga setempat, bahwa Sungai Batang kering adalah sarana vital masyarakat, karena air sungai dimanfaatkan untuk mandi, mencuci. Masyarakat setempat meng-klaim jika sungai itu sudah tercemar, dan mereka merasa dirugikan.
Untuk itu, masyarakat setempat meminta PT SKA untuk bertanggungjawab atas kelalaian dari pihak perusahaan, sehingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar perusahaan beroperasi.
" Kepada Pemerintah dan Pemangku Kepentingan, tolong segera cari jalan keluar (solusi) terkait dengan dampak limbah ini, Kalau membahayakan masyarakat, segera cabut ijin operasional Pabrik sawit PT SKA ini," pinta Masyarakat.


Komentar Via Facebook :