Danantara Mulai 6 Proyek Hilirisasi Rp 110 Triliun, PTBA masih Tunggu Mitra DME
Foto: Ist
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengumumkan telah melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi dengan total nilai investasi yang disiapkan mencapai Rp 110 triliun.
Salah satu proyek strategis tersebut adalah pengembangan dimetil eter (DME) berbasis batu bara yang dipercayakan kepada PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Proyek DME merupakan bagian dari upaya substitusi impor elpiji. DME diproduksi melalui rekayasa industri berbahan baku batu bara dan dirancang sebagai alternatif pengganti LPG, yang sebagian besar masih bergantung pada impor.
Namun, hingga saat ini PTBA menyatakan belum mengetahui secara pasti mitra yang akan terlibat dalam produksi DME tersebut.
Sekretaris Perusahaan PTBA, Eko Prayitno, mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dan kepastian dari Danantara terkait mitra strategis dalam proyek tersebut.
“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari Danantara mengenai mitra yang akan terlibat dalam proyek DME,” ujar Eko.
Proyek DME sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah sejumlah mitra asing menarik diri. Pemerintah kemudian mendorong skema baru melalui penguatan peran BUMN dan dukungan pembiayaan dalam negeri.
Danantara menempatkan proyek hilirisasi, termasuk DME, sebagai bagian dari strategi besar meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Namun, kepastian skema kemitraan dan pembiayaan dinilai menjadi faktor krusial dalam menentukan keberlanjutan proyek tersebut.


Komentar Via Facebook :