BGN Klaim Cairkan 32,1 T dalam 1,5 Bulan, Sebut dampak MBG Menjalar ke Petani hingga Otomotif
Foto: Ist
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengklaim telah mencairkan anggaran sebesar Rp 32,1 triliun hanya dalam waktu 1,5 bulan.
Menurut Dadan, pencapaian tersebut belum pernah terjadi dalam sejarah kementerian dan lembaga di Indonesia.
“Sepanjang sejarah, belum ada kementerian atau lembaga yang mampu mencairkan anggaran sebesar itu dalam waktu sesingkat ini,” kata Dadan.
Dari total anggaran yang telah dicairkan, BGN memproyeksikan sekitar Rp 2,9 triliun sudah beredar langsung di masyarakat. Penyaluran dana dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi tulang punggung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dadan menyebut, rata-rata setiap dapur SPPG mengelola dana hampir Rp 1 miliar per bulan. Pada 2026, BGN memperoleh total anggaran sebesar Rp 335 triliun, dengan sekitar 93 persen dialokasikan ke daerah untuk mendukung operasional SPPG.
Klaim Dampak Ekonomi MBG
Selain penyerapan anggaran, Dadan juga mengklaim program MBG telah menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian. Salah satunya tercermin dari peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang disebut mencapai level 125.
Menurut Dadan, MBG telah meningkatkan permintaan berbagai komoditas pangan, mulai dari telur, ikan, buah-buahan, hingga pakan ternak, seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku dapur SPPG di seluruh daerah.
Program MBG juga diklaim berdampak pada sektor otomotif. Kontribusi tersebut terutama berasal dari pembelian kendaraan roda dua oleh pegawai SPPG.
“Sepanjang 2025, sekitar 60 persen pegawai SPPG membeli sepeda motor,” ujar Dadan.
Selain itu, untuk mendukung operasional dapur, BGN mencatat pembelian sekitar 45.000 unit kendaraan pikap yang digunakan oleh 23.000 SPPG di berbagai wilayah.
Klaim penyerapan anggaran dan dampak ekonomi MBG tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap skala anggaran besar program gizi nasional, termasuk efektivitas penyaluran dan dampak riilnya terhadap kesejahteraan masyarakat.


Komentar Via Facebook :