P3SM dan Universitas Islam Riau Perkuat Sinergi bangun SDM Unggul sektor Migas
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Pusat Pembinaan Pelatihan dan Sertifikasi Mandiri (P3SM) dan Universitas Islam Riau (UIR) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), Nota Kesepakatan (MoA), dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Jumat (13/2/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) berdaya saing unggul, khususnya di sektor energi dan migas.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi profesi, serta peningkatan kualitas tenaga kerja sesuai standar nasional dan internasional.
Pimpinan P3SM H. Aswandi, SE, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan komitmen nyata dalam memperluas akses pelatihan dan sertifikasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
“Khususnya sektor migas di Riau yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah, kebutuhan tenaga kerja kompeten dan tersertifikasi menjadi sangat krusial. Kami ingin memastikan tenaga kerja lokal siap bersaing dan memenuhi standar keselamatan kerja nasional maupun internasional,” ujar Aswandi.
Turut hadir dalam penandatanganan tersebut sejumlah pimpinan lembaga, antara lain Ketua P3SM Cabang Riau Ir. Roy Meindo, Ketua LSP K3 Mandiri Lia Muliana Hasibuan, Ketua LSP Sertimigas Ir. Syarif, serta Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau Ir. Ulul Azmi.
Dari pihak UIR, penandatanganan dihadiri langsung Rektor UIR Assoc. Prof. Admiral, Wakil Rektor III Assoc. Prof. Deddy Purbomo Retno, serta Ketua Migas Center Riau Ir. Fitrianti.
Rektor UIR Assoc. Prof. Admiral menyatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi kampus dalam memperkuat link and match antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri.
“Perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi teknis yang sesuai kebutuhan industri migas. Migas Center Riau akan terus kami dorong sebagai pusat pengembangan keilmuan dan kompetensi energi,” katanya.
Sementara itu, Ketua PII Wilayah Riau Ir. Ulul Azmi menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menjawab tantangan dunia kerja masa depan.
“Penguatan kompetensi, kepatuhan terhadap regulasi keselamatan kerja, dan budaya safety menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan industri migas,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, kedua lembaga berkomitmen mengembangkan program pelatihan berbasis kebutuhan industri migas, sertifikasi profesi terintegrasi sektor energi, penguatan riset terapan, serta pembinaan kompetensi berkelanjutan bagi tenaga kerja dan lulusan perguruan tinggi.
Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing SDM Riau, mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus berkontribusi terhadap visi Indonesia Emas 2045 melalui lahirnya tenaga profesional berstandar global.


Komentar Via Facebook :