Ratusan Ribu Guru Honorer Menanti Kepastian, Kemenag klaim Terus Perjuangkan PPPK
Foto: Ist, Sumber : Net
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Harapan ratusan ribu guru madrasah swasta kembali menyala. Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pengangkatan guru madrasah swasta menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menegaskan pihaknya tidak tinggal diam melihat nasib guru honorer di bawah naungan Kemenag. Ia menyatakan seluruh kewenangan kementerian akan dimaksimalkan demi membuka ruang pengangkatan guru swasta menjadi PPPK.
Pernyataan tegas itu disampaikan Kamaruddin saat menerima Ketua Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Heri Purnama di Kantor Pusat Kemenag, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
“Selama masih ada ruang dan peluang, kami akan terus memperjuangkan agar guru swasta bisa diangkat menjadi PPPK,” tegas Kamaruddin dalam keterangan resmi di kemenag.go.id.
Fakta Mengejutkan: Hampir 800 Ribu Guru Non-PNS
Data Kemenag mengungkap realitas yang mencengangkan. Dari 1.157.050 guru di bawah pembinaan Kemenag yang mencakup guru madrasah, pesantren, dan guru pendidikan agama lintas agama hanya 31,2 persen yang berstatus PNS.
Rinciannya:
360.632 guru berstatus PNS
796.418 guru masih berstatus Non-PNS
Lebih mengkhawatirkan lagi, 497.893 guru belum tersertifikasi hingga saat ini. “Kami terus berikhtiar agar mereka bisa disertifikasi. Peningkatan kualitas guru adalah kunci mutu pendidikan nasional,” ujar Kamaruddin.
Mayoritas Guru Madrasah Belum Tersertifikasi
Kemenag juga membeberkan sebaran guru yang belum mengikuti sertifikasi. Guru madrasah mendominasi angka tertinggi, menandakan persoalan serius dalam ekosistem pendidikan keagamaan.
Rincian guru belum tersertifikasi:
Guru Madrasah: 423.398
Guru PAI: 24.057
Guru PDF & Muadalah: 11.501
Guru Bimas Kristen: 29.291
Guru Bimas Katolik: 8.791
Guru Bimas Hindu: 375
Guru Bimas Buddha: 310
Guru Bimbingan Khonghucu: 170
PGMNI: Guru Menunggu Bukti Nyata
Ketua PGMNI Heri Purnama menyambut baik komitmen Kemenag, namun berharap perjuangan ini tidak berhenti di wacana. “Kami berharap pengangkatan PPPK dan peningkatan kesejahteraan guru benar-benar terwujud. Semoga seluruh guru madrasah di Indonesia hidup sejahtera,” ujarnya.
Dengan hampir setengah juta guru belum tersertifikasi dan ratusan ribu masih berstatus honorer, publik kini menanti: akankah 2026 menjadi titik balik nasib guru madrasah?


Komentar Via Facebook :