Penutupan New Paragon Picu Ketegangan, Massa Klaim digembok Setengah Hati oleh Aparat
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Aksi penyampaian pernyataan sikap dan aspirasi masyarakat terkait operasional New Paragon di Pekanbaru, Senin (02/03/2026), berujung ketegangan akibat dugaan penutupan yang tidak dilakukan secara menyeluruh oleh pihak berwenang.
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.00 WIB, saat massa aksi diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru dan Kasatpol PP. Dalam pertemuan tersebut, massa secara terbuka menuntut agar New Paragon ditutup dan seluruh aktivitas dihentikan.
Menurut perwakilan massa, apabila pada saat itu Sekda langsung memerintahkan manajemen melakukan penggembokan total, situasi diyakini akan selesai dan massa membubarkan diri dengan tertib.
Namun hingga waktu Magrib, tidak ada kejelasan di lapangan. Massa tetap bertahan, melaksanakan shalat Magrib berjemaah, sebagian berbuka puasa seadanya, lalu kembali menunggu hingga shalat Isya.
Sekitar malam hari, seorang anggota Sat Intelkam Polresta Pekanbaru menyampaikan informasi bahwa bangunan New Paragon telah digembok. Akan tetapi, saat beberapa perwakilan massa mengecek langsung ke lokasi, ditemukan fakta bahwa hanya pintu depan yang digembok, sementara aktivitas di dalam bangunan masih berlangsung.
“Di dalam masih ada anggota Polresta, Satpol PP, dan pegawai New Paragon. Artinya, aktivitas tidak benar-benar dihentikan,” ujar salah satu perwakilan massa.
Situasi tersebut memicu kekecewaan dan kemarahan massa. Massa menilai telah terjadi pembiaran dan ketidaktegasan, terlebih karena Sekda serta pimpinan dan anggota Satpol PP tidak lagi berada di lokasi tanpa memberikan penjelasan.
Ketegangan sempat meningkat, bahkan terdengar teriakan provokatif dari sebagian kecil massa. Namun perwakilan aksi mengaku berupaya meredam agar situasi tidak anarkis.
Sekitar pukul 21.00 WIB, sejumlah massa berinisiatif sendiri mendatangkan rantai dan gembok ke lokasi. Massa kemudian memastikan kondisi bangunan dari pintu belakang dan mulai melakukan penggembokan seluruh akses, kecuali satu pintu yang rusak.
Pada saat bersamaan, terlihat sekitar 5–7 kendaraan taktis Polresta Pekanbaru yang sebelumnya terparkir di halaman belakang meninggalkan area New Paragon.
Pihak manajemen sempat menyampaikan adanya mess pegawai di bagian belakang bangunan. Massa memberikan waktu sekitar 15 menit untuk pengosongan. Setelah dicek, mess tersebut dilaporkan dalam keadaan kosong.
Setelah dipastikan tidak ada orang di dalam, massa menggembok seluruh pintu, termasuk pagar belakang yang menghadap Gang Keluarga dekat Musholla Ansharullah, dan terakhir pintu pagar depan. Seluruh orang, termasuk beberapa anggota kepolisian, dipastikan telah keluar dari area sebelum penggembokan akhir dilakukan.
Massa kemudian membersihkan sampah di sekitar Jalan SSK II dan membubarkan diri sekitar pukul 23.00 WIB. Situasi dilaporkan kembali kondusif.
Perwakilan massa berharap kejadian ini menjadi catatan serius bagi Pemerintah Kota Pekanbaru dan Polresta Pekanbaru, khususnya terkait ketegasan penegakan aturan, transparansi tindakan di lapangan, serta kehadiran pejabat berwenang dalam mengendalikan massa, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.


Komentar Via Facebook :