PSPS Bangkit di Rumbai! Gol Cepat dan Finishing dingin Kunci Kemenangan atas Persekat
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, bergemuruh. Jumat malam itu menjadi panggung kebangkitan PSPS Pekanbaru. Dalam laga sarat tensi dan adu mental, Askar Bertuah tampil tenang namun mematikan untuk menaklukkan Persekat Tegal dengan skor meyakinkan 2-0.
Sejak peluit awal dibunyikan, PSPS langsung menunjukkan niatnya. Bermain agresif dan penuh percaya diri, anak asuh Aji Santoso tampil menekan sejak menit pertama. Dukungan ribuan suporter tuan rumah menjadi bahan bakar tambahan yang membuat tempo permainan PSPS begitu hidup.
Hasilnya cepat terlihat. Gol pembuka lahir dari skema rapi di sisi kanan. Umpan cut back matang mengarah ke Asir Asiz, yang tanpa ragu melepaskan tembakan keras. Bola meluncur deras ke gawang Persekat, membuat stadion berguncang dan PSPS unggul 1-0.
Keunggulan itu kian memantapkan permainan tuan rumah. PSPS tampil lebih tenang dalam mengontrol bola dan tempo. Namun Persekat Tegal menolak menyerah begitu saja.
Di babak kedua, tim tamu mulai berani keluar menyerang dan beberapa kali menguji konsentrasi lini belakang PSPS.
Momen paling menegangkan hadir saat Rocky Mandosir melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti.
Seketika stadion terdiam—hingga bola membentur mistar gawang dan kembali ke lapangan. PSPS lolos dari ancaman serius.
Tak ingin hanya bertahan, PSPS terus mencari celah. Peluang demi peluang tercipta.
Antonio Gamaroni hampir menggandakan keunggulan di menit ke-80, namun sepakan kerasnya masih melenceng dari sasaran.
Saat pertandingan tampak akan berakhir dengan skor tipis, PSPS justru menunjukkan kedewasaan bermain. Menjelang menit ke-89, serangan tuan rumah kembali tersusun rapi.
Crossing Alfin Tuasalamony diterima Douglas, lalu dialirkan ke depan gawang. Antonio Gamaroni, yang berdiri di posisi ideal, menyambar bola dengan satu sentuhan tajam—gol!
Gol tersebut bukan hanya memastikan kemenangan, tetapi juga menjadi gol perdana Antonio bersama PSPS. Skor berubah 2-0. Persekat semakin kehilangan momentum, dan lima menit sisa pertandingan tak mampu mereka manfaatkan untuk mengejar ketertinggalan.
Peluit panjang pun berbunyi. Sorak sorai suporter memecah malam di Rumbai. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, tetapi penegasan karakter baru PSPS Pekanbaru: agresif saat menyerang, disiplin dalam bertahan, dan dingin saat menentukan hasil.
Bagi PSPS, ini adalah sinyal kebangkitan. Bagi Antonio Gamaroni, malam itu menjadi awal cerita baru bersama Askar Bertuah.


Komentar Via Facebook :