Dinamika Perilaku Kerja dalam Sektor Jasa Bongkar Muat

Dinamika Perilaku Kerja dalam Sektor Jasa Bongkar Muat

RANAHRIAU.COM- Johan Catur, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Lancang Kuning di bawah bimbingan Dr. Richa Afriana Munthe, SE., MM., memilih Role Theory sebagai dasar analisisnya untuk memahami dinamika perilaku kerja dalam sektor jasa bongkar muat. Ia melihat bahwa efektivitas operasional tidak hanya ditentukan oleh alat dan prosedur, tetapi juga oleh kejelasan peran, ekspektasi, dan interaksi sosial yang membentuk perilaku karyawan di lapangan.

Menurut Johan Catur Sebagai Port Manager, berbagai persoalan di sektor bongkar muat muncul karena ketidaksesuaian peran yang dijalankan dengan peran yang diharapkan. Karyawan sering menghadapi tuntutan yang saling bertentangan, seperti kecepatan kerja yang diminta manajemen tetapi dibatasi oleh kondisi alat yang tidak optimal. Situasi ini memunculkan konflik peran, ambiguitas peran, dan beban peran yang berlebihan. Ketidakjelasan instruksi dari berbagai pihak juga menimbulkan kebingungan operasional yang berdampak pada keselamatan dan produktivitas.

Untuk memahami fenomena tersebut, Johan Catur menggunakan Role Theory yang menjelaskan bahwa perilaku kerja dibentuk oleh harapan sosial, proses sosialisasi, dan interaksi antara individu dan lingkungannya. Teori ini menekankan pentingnya kejelasan peran, konsistensi ekspektasi, serta proses pembelajaran peran agar karyawan mampu menjalankan tugas secara efektif. Ketika peran tidak jelas atau saling bertentangan, muncul stres, kesalahan kerja, dan penurunan kinerja.

Sebagai gagasan profesional, Johan Catur mengusulkan penguatan manajemen peran melalui komunikasi yang lebih terstruktur, pemetaan peran antar pihak, dan pelatihan yang menekankan pemahaman tugas serta batas kewenangan. Ia juga menekankan pentingnya role modeling dari pekerja senior, penyusunan SOP yang mudah dipahami, serta koordinasi operasional yang lebih disiplin. Pendekatan ini diyakini dapat mengurangi konflik peran, meningkatkan keselamatan, dan memperbaiki produktivitas di sektor bongkar muat.

Dalam pandangan Dr. Chandra Bagus sebagai masyarakat sekaligus peneliti Ilmu Manajemen, ketika dimintai pendapat Johan Catur gagasan ini memberikan nilai penting karena mampu menjelaskan akar persoalan operasional melalui perspektif perilaku. Dr. Chandra mengapresiasi kemampuan Johan Catur menerjemahkan teori yang kompleks menjadi analisis yang relevan dengan kondisi lapangan. Ia juga memberi catatan kritis bahwa organisasi perlu lebih konsisten dalam menetapkan ekspektasi peran, memperkuat koordinasi antar pihak, dan memastikan bahwa setiap pekerja memahami tugasnya dengan jelas. Menurutnya, perbaikan peran yang terstruktur akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan manusiawi.
 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :