Baru 4 Bulan Menjabat, Direktur SPR Tancap Gas: Hotel Aryaduta tetap Hidup, Lippo Masuk!

Baru 4 Bulan Menjabat, Direktur SPR Tancap Gas: Hotel Aryaduta tetap Hidup, Lippo Masuk!

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Di tengah sorotan tajam publik terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) justru melaju berlawanan arah. Baru empat bulan dikukuhkan sebagai Direktur, Ida Yulita Susanti SH MH langsung menutup celah krusial: memastikan kelangsungan pengelolaan Hotel Aryaduta Pekanbaru—aset strategis Pemprov Riau yang selama ini kerap jadi sorotan.

Tanpa banyak gembar-gembor, PT SPR resmi mengikat kerja sama lanjutan pengelolaan Hotel Aryaduta dengan raksasa properti nasional, PT Lippo Karawaci. Kesepakatan itu diteken jelang berakhirnya kontrak lama dengan Hotel Prapatan pada 2 Januari 2026. Artinya, tak ada ruang kosong, tak ada aset menganggur, dan tak ada alasan kerugian daerah.

“Perjanjian sudah kami tandatangani langsung dengan Presiden Direktur PT Lippo Karawaci, Marlo Budiman,” tegas Ida Yulita kepada media, Rabu (24/12/2025). PKS bernomor resmi, ditetapkan di Pekanbaru pada 23 Desember 2025, dan berlaku efektif mulai 2 Januari 2026—sehari setelah kontrak lama berakhir. Presisi, cepat, dan terukur.

Yang menarik, kerja sama ini bukan sekadar tambal sulam. SPR menerapkan skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) sebagai jembatan transisi sambil menyiapkan mitra pengelola jangka panjang. Bahkan, DJKN turut dilibatkan untuk menghitung nilai aset dan menilai kelayakan bisnis, langkah yang jarang ditempuh namun krusial agar BUMD tak sekadar “jalan di tempat”.

Lebih jauh, SPR menyiapkan lompatan besar. Calon mitra pengelola ke depan diwajibkan menggelontorkan investasi sekitar Rp50 miliar untuk renovasi total dan peningkatan kelayakan hotel. Targetnya jelas: Aryaduta Pekanbaru tampil dengan wajah baru—modern, kekinian, dan kompetitif.
“Ini bukan sekadar kelanjutan, tapi fondasi untuk lonjakan nilai aset,” ujar Ida dengan optimisme yang terukur.

Fakta tak terbantahkan: Ida Yulita baru dikukuhkan 21 Agustus 2025. Namun dalam hitungan bulan, ia langsung menyelesaikan persoalan krusial yang selama ini rawan jadi bom waktu. Di saat banyak BUMD tersandera transisi, SPR justru melaju.

Pertanyaannya kini: apakah ini awal kebangkitan BUMD Riau, atau sekadar pengecualian di tengah stagnasi? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti, Hotel Aryaduta tak jatuh ke jurang vakum.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :