Pelantikan PWMOI Riau 2025-2028: Agenda Seremoni yang Menyimpan Pesan Keras tentang Profesionalisme
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM— Aura khidmat menyelimuti Ballroom Hotel Alpha, Kamis (11/12/2025), saat kepengurusan Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Provinsi Riau resmi dilantik.
Namun di balik suasana seremonial dan lampu panggung, terselip pesan tajam dari pucuk pimpinan organisasi: jurnalisme tak lagi bisa berjalan setengah hati di tengah liarnya informasi digital.
Ketua Umum DPP PWMOI, Dr. HM. H. Jusuf Rizal, S.H., S.E., M.Si, turun langsung melantik jajaran pengurus PWMOI Riau untuk periode 2025-2028.
SK kepengurusan diserahkan kepada H. Rio Kasairy, S.Sos, yang kini resmi memimpin organisasi tersebut di tingkat provinsi. Ratusan tamu hadir: jajaran DPP, pengurus daerah, organisasi pers, hingga pejabat instansi pemerintah.
Rangkaian acara berlangsung penuh penghormatan—tari persembahan, lagu Indonesia Raya, doa, pemutaran video perjalanan PWMOI Riau, hingga pembacaan SK DPP.
Namun titik tensi baru naik ketika Jusuf Rizal menyampaikan sambutan yang terdengar seperti “wake-up call” bagi seluruh pekerja media online.
Ia menegaskan bahwa kehadiran PWMOI di daerah bukan sekadar memperluas struktur organisasi, melainkan strategi memperkuat kualitas dan integritas kerja jurnalistik.
“PWMOI harus menjadi wadah perjuangan wartawan yang punya idealisme. Kita bantu pemerintah, tapi tetap kritis. Ke depan kita siapkan pelatihan jurnalistik agar tidak ada diskriminasi antar jurnalis,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, Jusuf Rizal membuka rencana besar DPP PWMOI: pembentukan Dewan Pers Media Online Indonesia, lembaga yang disebutnya akan menjadi motor penggerak pembinaan sekaligus pelindung jurnalis digital.
“PWMOI ini biar hidup dan berangkat sendiri. Kami ingin respon cepat, menampung keluhan, termasuk bantuan pengembangan jurnalisme dari teman-teman di lapangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PWMOI Riau terpilih, Rio Kasairy, tampil dengan pidato bernada optimistis namun sarat beban tugas.
“Kami berkomitmen membawa PWMOI Riau lebih aktif dan berintegritas. Kami siap bersinergi dengan pemerintah dan lembaga terkait demi menciptakan ekosistem informasi yang sehat,” ujar Rio.
Ia memastikan PWMOI Riau tidak hanya berhenti pada retorika. Program pelatihan jurnalis—termasuk UKW—siap dijalankan.
Bahkan PWMOI Riau menargetkan pelatihan jurnalistik bagi pelajar SMA dan mahasiswa sebagai investasi generasi baru jurnalis yang lebih melek digital.
Usai pelantikan, acara dilanjutkan diskusi ringan mengenai tantangan media online: derasnya hoaks, rendahnya literasi digital, serta pergeseran peran pers dalam menjaga demokrasi.
Tema yang dibahas mungkin “ringan”, namun mengandung potret gelap yang sering dirasakan para pekerja media di lapangan.
Dengan resmi terbentuknya kepengurusan PWMOI Riau periode 2025-2028, publik menaruh ekspektasi tinggi.
Organisasi ini diharapkan tak sekadar hadir sebagai papan nama, melainkan motor penggerak peningkatan kualitas jurnalistik di Bumi Lancang Kuning.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah—sebuah simbol bahwa perjalanan panjang PWMOI Riau baru saja dimulai, dan babak barunya menuntut profesionalisme yang jauh lebih tajam dari sebelumnya.


Komentar Via Facebook :