perut Raksasa Sungai Undan Dibedah

Temuan yang bikin Merinding: 20 Plastik, Pisau, Karung Goni, hingga Pecahan TV Tua!

Temuan yang bikin Merinding: 20 Plastik, Pisau, Karung Goni, hingga Pecahan TV Tua!

Foto: Ist

Pembedahan Bangkai Buaya Raksasa di INhil Ungkap Temuan yang Mengerikan: Bukan Tulang, tapi Sampah Manusia

RETEH, RANAHRIAU.COM- Drama buaya raksasa Sungai Undan memasuki babak baru yang jauh lebih kelam. Bangkai predator air tawar seberat 585 kilogram dengan panjang mencapai 5,7 meter itu akhirnya diberangkatkan ke Lembaga Konservasi di bawah Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan di Jakarta, Jumat (22/11/2025) malam.

Namun sebelum tubuh monster itu masuk mobil box pendingin, sebuah temuan mencengangkan terungkap dari proses pembedahan yang dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil.

Bukan tulang hewan. Bukan sisa manusia. Yang keluar justru arsip kelalaian manusia:

20 kantong plastik asoi,

karung goni,

pecahan tabung televisi lama,

tutup botol minuman,

sebilah pisau kecil lengkap dengan gagangnya,

mata tombak, dan berbagai benda asing lain yang seharusnya mustahil berada di dalam tubuh satwa liar.

“Mungkin benda-benda yang tak mungkin dicerna itu yang bikin buaya ini mati. Bayangkan, 20 kantong plastik, karung goni, bahkan pecahan TV pun ada,” ujar Kepala DPKP Inhil, Junaidi, dengan nada tak percaya.

Menurut Junaidi, seluruh isi perut dikeluarkan sebelum bangkai buaya dijemput mobil pendingin pada pukul 21.00 WIB. Benda-benda itu ditemukan masih utuh, seolah menjadi bukti terakhir bahwa alam kini tak lagi punya mekanisme bertahan terhadap kebodohan manusia.

Tak satu pun ditemukan tulang belulang yang mengarah pada dugaan buaya memakan hewan atau manusia. Predator sebesar itu mati bukan karena kalah bersaing di rantai makanan—tetapi menjadi korban sampah manusia.

Kini, bangkai “Si Undan”, begitu warga menyebutnya, sedang dalam perjalanan menuju proses preparasi untuk diawetkan. Ironisnya, buaya itu mungkin akan abadi sebagai spesimen, bukan karena kegagahannya, melainkan karena manusia-lah yang membunuhnya pelan-pelan dengan sampah.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :