Dari Kubang Jaya, Gerakan Ekonomi Umat Bangkit
Launching WaTerMu dan Kopsya SGS Jadi Sinyal Kebangkitan Muhammadiyah Riau!
Foto: Ist
KUBANG JAYA, RANAHRIAU. COM- Senin (10/11/2025) menjadi hari bersejarah bagi gerakan ekonomi umat.
Bertempat di Kantor Koperasi Syariah (Kopsya) SGS, Jalan Garuda I No. 1 Kubang Jaya, Muhammadiyah Siak Hulu menandai babak baru dengan peluncuran Aplikasi WaTerMu, pengenalan Kopsya SGS, sekaligus pengumuman pendirian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Siak Hulu.
Acara yang dihadiri oleh para tokoh Muhammadiyah, pengurus amal usaha, dan kader muda itu berlangsung hangat namun sarat makna.
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan ekonomi umat, peluncuran ini dianggap sebagai momentum strategis untuk membumikan ekonomi syariah berbasis jamaah.
“WaTerMu bukan sekadar aplikasi, ini adalah wadah transformasi ekonomi dan solidaritas kader Muhammadiyah,” ujar salah satu inisiator Kopsya SGS dalam sambutannya.
Menurutnya, platform tersebut dirancang untuk memperkuat jejaring usaha mikro umat, mendorong transaksi syariah yang transparan, sekaligus menjadi media konsolidasi ekonomi berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.
Sementara itu, Kopsya SGS (Syirkah Gotong Syariah) resmi diperkenalkan sebagai lembaga koperasi modern yang mengusung semangat kolaboratif dan pemberdayaan.
Dengan sistem digital terintegrasi, Kopsya SGS menargetkan penguatan ekonomi anggota melalui pembiayaan produktif dan layanan keuangan syariah yang inklusif.
Tak kalah penting, pendirian PCM Siak Hulu disambut antusias oleh warga Muhammadiyah setempat.
Kehadiran PCM Siak Hulu ini diharapkan menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan sosial-ekonomi yang lebih dekat dengan masyarakat akar rumput.
“Dari Kubang Jaya, kita menyalakan obor kebangkitan umat. Muhammadiyah tidak hanya berdakwah lewat mimbar, tapi juga lewat koperasi, aplikasi, dan pemberdayaan ekonomi,” tegas salah satu pengurus dalam orasinya.
Acara ditutup dengan foto bersama yang menjadi simbol konkret kerja kolektif antara dakwah dan ekonomi. Dari sini, semakin menegaskan langkah: menyatukan spiritualitas, teknologi, dan ekonomi menuju kemandirian umat.


Komentar Via Facebook :