Menari di Atas Jejak Tradisi: Laksemana Award 2025 hadirkan Napas Baru Seni Tari Riau
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Dari lantai kayu yang berderak di bawah pijakan penari, hingga lenggok tubuh yang menuturkan kisah lama dalam bahasa gerak, semangat pelestarian budaya Riau kembali mengalir lewat perhelatan “Laksemana Award” 2025.
Acara ini digelar bersempena HUT ke-41 Yayasan Pelatihan Tari Laksemana Pekanbaru, pada 25–26 Oktober 2025, di Panggung Otong Lenon, Taman Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Riau.
Bukan sekadar lomba, Laksemana Award menjadi panggung bagi generasi muda untuk menafsirkan ulang tradisi. Di tangan mereka, tari tradisional tak hanya dilestarikan—tetapi dihidupkan kembali dengan sentuhan kreatif dan inovatif.
Ketua panitia, Datin Dunni Sriwani menyampaikan, sebelum pagelaran digelar, pihaknya lebih dulu mengadakan bincang tari dan silaturahmi bersama para seniman, tim pengamat, serta peserta di sekretariat PLT Laksemana.
"Kita ingin menciptakan ruang dialog antara tradisi dan zaman. Agar karya tari tidak hanya indah di mata, tapi juga hidup di jiwa generasi penerus,” tutur Datin Dunni, Kamis (23/10).
Menurutnya, tujuan utama lomba ini adalah melahirkan karya-karya tari kreatif dan inovatif yang bersumber dari kesenian tradisi Riau, namun disajikan dalam konteks kekinian.
“Kesenian tradisional tidak cukup hanya dijaga. Ia perlu ditinjau ulang, diriset, dan diinterpretasi kembali agar tetap relevan dengan zamannya,” ujarnya penuh keyakinan.
Tahun ini, sebanyak 18 koreografer muda se-Riau akan tampil unjuk kreasi. Mereka akan dinilai oleh tim pengamat berkelas nasional, di antaranya Dr. Supriyanto, S.Sn., M.F.A., Dr. Ali Sukri, S.Sn., M.Sn., dan Epi Martison, S.Sn.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Laksemana Award 2025 adalah pertemuan antara masa lalu dan masa depan seni tari.
Sebuah momentum yang menghadirkan “kebaruan nilai tradisi” tanpa menghapus akar budaya yang telah tumbuh ratusan tahun di tanah Melayu.
"Nilai penting kehadiran karya-karya tari kreatif inovatif ini adalah menumbuhkan apresiasi berkesenian bagi masyarakat dan menjadi kewajiban moral bagi para pekerja seni untuk terus memberi dan mengembangkan,” tambahnya.
Masyarakat Riau dapat menyaksikan langsung keindahan karya tari para finalis secara gratis, pada Sabtu malam, 26 Oktober 2025 pukul 19.30 WIB, di Panggung Otong Lenon, Taman Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Riau.
Dan malam itu, di antara cahaya lampu dan tabuhan musik tradisi, akan lahir karya-karya baru yang menari di atas jejak sejarah.
Karena bagi para penari Laksemana, melestarikan budaya bukan hanya menjaga masa lalu—tetapi juga menciptakan masa depan yang tetap berjiwa Melayu.


Komentar Via Facebook :