Ayah Bunda Cerita Anak Ceria
TBM Azzamy Library hidupkan Dunia Anak lewat Dongeng: Suara Tawa, Imajinasi, dan Nilai Moral
Foto: Ist
PEKANBARU — Suasana penuh keceriaan mewarnai Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Azzamy Library, Jalan Dahlia, Perumahan Pondok Dahlia Indah Blok C No. 5 Pekanbaru, Ahad (28/09/2025).
Sejak pukul 11.00 WIB, puluhan anak dan orang tua dari lingkungan sekitar larut dalam kegiatan “Mendongeng Menggunakan Buku” yang digelar dengan semangat literasi dan kebersamaan.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Founder TBM Azzamy Library, Fitri Wulandari, S.Pd, M.Pd.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kegiatan mendongeng bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana menanamkan nilai moral, membangun karakter, dan menumbuhkan minat baca pada anak.
“Dongeng adalah jembatan imajinasi. Melalui cerita, anak-anak belajar membedakan baik dan buruk, memahami empati, serta mencintai buku sejak dini,” ujar Fitri penuh semangat.
Puncak acara diisi oleh pendongeng tamu, Kak Evelyn Tanugraha, yang membawakan kisah bertajuk “Ayah Bunda Cerita Anak Ceria.”
Dengan gaya ekspresif, intonasi suara yang hidup, dan interaksi hangat, Kak Evelyn sukses menciptakan suasana magis di ruangan itu.
Anak-anak diajak bernyanyi, menjawab pertanyaan, bahkan menirukan suara hewan dari kisah yang dibawakan — membuat gelak tawa dan tepuk tangan pecah di setiap sesi.
Tak hanya menjadi penonton, para peserta — baik anak-anak maupun orang tua — juga diajak berlatih teknik mendongeng.
Mereka mempraktikkan cara bercerita dengan intonasi berbeda, ekspresi wajah, dan improvisasi suara, yang membuat suasana semakin hidup dan interaktif.
“Melalui praktik langsung ini, anak-anak belajar berani berbicara di depan umum, sementara orang tua memahami betapa besar peran mereka dalam menanamkan cinta literasi di rumah,” jelas salah satu panitia kegiatan.
Kegiatan ditutup pukul 15.45 WIB dengan pembagian hadiah dan sesi foto bersama. Wajah-wajah ceria anak-anak menandakan bahwa kegiatan literasi bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan, inspiratif, dan mendidik.
Dengan keberhasilan acara ini, TBM Azzamy Library kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang publik yang hidup dan ramah anak — tempat di mana buku bukan sekadar benda mati di rak, melainkan sumber cerita yang menumbuhkan jiwa dan imajinasi.


Komentar Via Facebook :