PT TGI Ajak Anak Muda Pelalawan jadi Barista Profesional: Dari Cinta ke Cangkir Kopi!
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Di tengah maraknya pengangguran muda dan minimnya lapangan kerja kreatif, langkah PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) RO3 Pekanbaru layak diacungi jempol.
Lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) yang digelar bersama Tunas Muda Pelalawan, perusahaan gas ini memilih jalur yang jarang disentuh: mendidik anak muda menjadi barista profesional.
Sebanyak 25 pemuda dan pemudi Pelalawan ikut ambil bagian dalam Pelatihan Barista Tahun 2025 yang digelar di Pekanbaru.
Mereka datang dengan semangat, membawa harapan — dan mungkin juga sedikit rasa penasaran pada dunia kopi yang kini jadi bagian dari gaya hidup modern.
Kalau Anak Muda Bisa Mengolah Cinta, Mereka Juga Bisa Mengolah Kopi
Ketua Umum Tunas Muda Pelalawan, Wan Andi Gunawan, dalam sambutannya tak hanya menyampaikan apresiasi, tapi juga menggugah semangat peserta lewat kalimat yang langsung jadi sorotan.
“Kalau anak muda bisa mengolah cinta, tentu mereka juga bisa mengolah kopi,”
ujarnya disambut tepuk tangan meriah peserta.
Pernyataan itu bukan sekadar lelucon ringan. Di baliknya tersimpan pesan mendalam: bahwa kreativitas dan keterampilan praktis adalah bekal penting bagi generasi muda untuk menembus dunia kerja — apalagi di era ekonomi kreatif yang makin kompetitif.
"Kami sangat mengapresiasi PT TGI yang peduli pada pengembangan potensi pemuda. Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya di bidang pengolahan kopi yang kini sedang naik daun di Pelalawan,” tambah Wan Andi.
CSR yang Tak Sekadar Formalitas
Tak sedikit program CSR perusahaan yang sekadar formalitas: potong pita, foto bersama, lalu menghilang tanpa dampak. Tapi kali ini berbeda.
PT TGI RO3 Pekanbaru justru menyentuh aspek paling penting dari pembangunan: kemandirian ekonomi anak muda.
Perwakilan PT TGI, Indra Wijaya, menegaskan bahwa program ini bukan proyek sesaat, melainkan bagian dari komitmen panjang perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di wilayah operasionalnya.
“Kami berharap adik-adik yang mengikuti pelatihan ini mampu bersaing di dunia profesional.
"Melalui CSR, kami ingin terus berkontribusi terhadap kemajuan generasi muda di wilayah kerja kami,” ujar Indra dengan nada tegas namun hangat.
Bismillah, Pelatihan Barista 2025 Resmi Kita Buka
Suasana ruangan pelatihan mendadak riuh ketika Indra Wijaya mengetuk meja tiga kali dan berkata lantang,
“Bismillah, Pelatihan Barista Tahun 2025 resmi kita buka.”
Tepuk tangan menggema. Aroma semangat dan kopi hangat seolah berpadu menjadi satu.
Bagi sebagian peserta, mungkin ini langkah kecil — tapi bisa jadi awal dari perjalanan besar menuju kemandirian ekonomi.
Dari Desa ke Dunia: Kopi Sebagai Jalan Baru Anak Muda
Usaha kopi di Pelalawan memang tengah berkembang pesat. Dari kedai sederhana di pinggir jalan hingga kafe modern di kota, semuanya berlomba menghadirkan cita rasa dan suasana.
Melalui pelatihan ini, para peserta tak hanya diajari cara menyeduh kopi, tapi juga filosofi, teknik latte art, hingga manajemen usaha kafe.
Langkah PT TGI dan Tunas Muda Pelalawan ini bisa jadi inspirasi: bahwa CSR seharusnya tidak berhenti pada bantuan dana, tapi melahirkan keterampilan nyata dan peluang kerja baru.
Di tengah derasnya arus industrialisasi dan eksploitasi sumber daya alam, langkah PT Transportasi Gas Indonesia RO3 Pekanbaru memilih “menginvestasikan gasnya ke masa depan anak muda” adalah narasi segar yang patut ditiru perusahaan lain.
Karena ketika korporasi tidak hanya menyalurkan energi, tapi juga menyalakan potensi manusia, maka yang tumbuh bukan hanya laba — tapi masa depan.


Komentar Via Facebook :