Pertarungan Data dan Wibawa: Siapa Bohong, Dedi atau Purbaya?

Pertarungan Data dan Wibawa: Siapa Bohong, Dedi atau Purbaya?

Foto: Ist, Sumber Foto : DepokPos

BANDUNG, RANAHRIAU.COM- Publik tengah dibuat panas oleh adu gengsi dua pejabat tinggi negara. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menantang langsung Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membuka bukti tudingan soal dana APBD Jabar senilai Rp4,17 triliun yang disebut mengendap di bank! 

Lewat unggahan tajam di Instagram pribadinya, Senin (20/10/2025), Dedi menolak keras tudingan itu. Ia menyebut pernyataan Purbaya menyesatkan dan merusak kepercayaan publik.

“Saya sudah cek, tidak ada dana yang disimpan dalam deposito. Saya tantang Pak Menkeu untuk buka datanya, tunjukkan faktanya!” tegas Dedi lewat akun @dedimulyadi71.

Bantahan Keras dari Gedung Sate
Dedi bahkan mengaku sudah turun tangan langsung memeriksa ke Bank Jabar Banten (BJB) — bank daerah tempat Pemprov menyimpan kasnya. “Saya bolak-balik ke BJB, kumpulin staf, marahin staf, tapi ternyata nggak ada. Dibuka dokumen kas daerah juga nihil!” ungkapnya geram.

Dedi memastikan seluruh dana yang ada digunakan untuk pembangunan publik — mulai dari jalan, jembatan, rumah sakit, hingga ruang kelas baru. “Kalau ada pejabat yang berani buat deposito tanpa izin saya, saya pecat!” katanya lantang.

Gubernur yang dikenal blak-blakan itu juga menantang BPK untuk melakukan audit terbuka. “Kami siap diperiksa. Tidak ada uang rakyat yang kami simpan diam-diam untuk bunga deposito,” tambahnya.

Menkeu Tak Mau Kalah: “Data Saya dari BI!”
Tantangan Dedi langsung dibalas keras oleh Purbaya. Menteri Keuangan yang juga ekonom senior itu menegaskan, data yang disampaikannya bukan asal bunyi. “Itu data resmi dari Bank Indonesia. Mungkin anak buahnya ngibulin dia,” sindir Purbaya di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Menurut Purbaya, dirinya tak pernah menuding langsung Jawa Barat. Namun data BI menunjukkan adanya dana daerah yang parkir lama di perbankan. “Kalau nggak percaya, buka aja sistem monitoring BI. Semua jelas di sana,” katanya.

Perang Ucapan, Taruhan Wibawa!
Pernyataan saling sindir antara Dedi dan Purbaya kini viral di media sosial. Publik terbelah dua: sebagian memuji keberanian Dedi, sebagian lagi menilai Purbaya bicara dengan dasar kuat.

Duel kata ini bukan sekadar adu mulut — tapi pertaruhan integritas dan transparansi keuangan daerah.
Jika tudingan Purbaya benar, maka citra Pemprov Jabar bisa runtuh. Tapi jika salah, maka Kemenkeu terancam kehilangan kredibilitasnya.

Pertanyaannya kini: Siapa yang sedang ngibul? Siapa yang benar-benar pegang data?
Publik menunggu, siapa yang pertama berani buka-bukaan di depan rakyat!

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :