Bongkar dugaan Permainan dalam kasus Jackson Sihombing, PMP: Jangan-jangan ini Upaya Membungkam!

Bongkar dugaan Permainan dalam kasus Jackson Sihombing, PMP: Jangan-jangan ini Upaya Membungkam!

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM— Aroma tak sedap menyeruak dari kasus yang menjerat anggota LSM Petir Riau, Jackson Sihombing, yang kini tengah berurusan dengan hukum akibat dugaan pemerasan terhadap salah satu pengusaha sawit besar di Riau.

Namun, di balik itu semua, muncul dugaan keras bahwa ada “permainan besar” yang berusaha ditutupi dengan menjadikan Jackson sebagai tumbal.

Ketua Pemuda Milenial Pekanbaru, Teva Iris, dengan nada tegas menyuarakan keprihatinannya terhadap penanganan kasus ini. Ia menilai, proses hukum harus dilakukan secara transparan dan berkeadilan, bukan sekadar menjadi alat untuk menutupi kejahatan yang lebih besar.

"Jangan sampai kasus ini hanya jadi kamuflase untuk menutupi perkara yang lebih besar, yang mungkin melibatkan pengusaha kelas kakap. Tidak ada asap tanpa api. Kalau memang tidak ada kesalahan, mustahil ada pengusaha yang mau menggelontorkan uang hingga ratusan juta rupiah,” tegas Teva Iris kepada wartawan, Jumat (17/10).

Menurut Teva, kasus yang menjerat Jackson Sihombing tidak mungkin berdiri sendiri. Ia meyakini ada bukti-bukti kuat yang dimiliki Jackson hingga berani melakukan negosiasi dengan nominal fantastis terhadap perusahaan besar, yang diduga kuat adalah Surya Dumai Grup (SDG).

"Tidak mungkin seseorang berani menekan perusahaan besar tanpa dasar. Kalau bukti yang disampaikan Jackson tidak nyata, apakah masuk akal perusahaan sebesar itu mau menyerahkan uang Rp150 juta? Ini justru menimbulkan tanda tanya besar — jangan-jangan penangkapan Jackson adalah cara untuk membungkamnya agar kasus ini tidak mencuat,” lanjut Teva dengan nada tajam.

Ia mendesak Polda Riau agar tidak hanya fokus pada satu sisi perkara, melainkan juga menelusuri akar persoalan yang sebenarnya.

"Kami minta aparat penegak hukum, terutama Polda Riau, jangan cuma terpaku pada satu arah. Telusuri sampai ke akar-akarnya. Jangan biarkan hukum menjadi tumpul di hadapan pengusaha besar. Kalau memang ada peristiwa lain yang lebih besar, buka semuanya ke publik!” desak Teva.

Lebih jauh, Teva juga meminta Kejaksaan Agung melalui Jampidsus untuk segera menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan LSM Petir Riau. Ia mengingatkan bahwa masyarakat butuh kepastian hukum, bukan sekadar drama yang ujung-ujungnya melindungi pemilik modal.

"LSM Petir sudah melapor dengan bukti-bukti yang cukup. Jangan biarkan laporan itu mengendap. Tunjukkan bahwa hukum benar-benar jadi panglima di negeri ini, bukan sekadar simbol untuk menakut-nakuti rakyat dan melindungi mereka yang punya uang dan kekuasaan,” tutup Teva Iris penuh sindiran.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik. Banyak pihak menilai, jika benar ada unsur tekanan dan upaya pembungkaman terhadap aktivis antikorupsi, maka yang sedang diuji bukan sekadar nama baik seseorang, tapi integritas hukum di Riau.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :