ASITA RIAU Sebut Tanjak Indentitas Budaya, Layak dibanggakan
Pekanbaru, RanahRiau.com- Pemerintah Provinsi Riau saat ini getol mempromosikan Pariwisata berbasis Budaya. Hal ini disambut baik kalangan pelaku usaha perjalanan di Riau. Bahkan aparat pemerintah diminta untuk lebih serius mempromosikannya. Hal ini disampaikan oleh Ketua Association of Indonesian Tours and Travel Agencies ASITA Riau, Dede Firmansyah kepada pewarta ranahriau.com Pekanbaru (1/4/2017).
menurut beliau, pemerintah hendaknya lebih memperkenalkan simbol Melayu tersebut. Salah satunya yakni pengguaan tanjak yang menjadi ciri dan identitas Melayu.
"Harusnya ASN diwajibkan pakai tanjak di hari-hari tertentu. Juga tanjak mesti dipakaikan ke tamu-tamu yang datang ke Riau," ujarnya.
Selain itu juga menurut beliau dengan dipergunakannya simbol Melayu, seperti songket, tanjak, dan atribut lainnya, orang yang datang ke Riau akan semakin tertarik dan mengenal budaya Melayu Riau.
"Petugas-petugas yang ada di bandara, terminal, dan pelabuhan juga harus dipakaikan tanjak. Karena merekalah yang pertama kali dijumpai ketika ada orang yang datang ke Riau,Termasuk juga para Duta-duta yang ada di Riau,seperti Bujang Riau , harusnya mereka ikut serta dan memahami promosi terhadap budaya di Riau, misalnya Bujang Dara yang bertanjak, juga memakaikan tanjak kepada tamu-tamu luarDaerah di titik kedatangan wisatawan, misalnya di Airport dan Pelabuhan . Karena anggaran pelaksanaan kontes tersebut cukup besar," ujar Dede.
(hfz)


Komentar Via Facebook :