TBM Azzamy Library Ubah Paradigma: Literasi adalah Gerakan, Bukan Sekadar Buku
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Founder Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Azzamy Library, Fitri Wulandari, M. Pd menegaskan literasi bukan hanya sekadar membaca dan menulis.
Menurutnya, literasi juga menyangkut kesadaran, kreativitas, serta penguatan karakter masyarakat agar lebih kritis, inovatif, dan peduli terhadap lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat mempererat kerja sama antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat untuk menjadikan literasi sebagai budaya yang hidup dalam keseharian,” ujar Fitri dalam sambutannya di acara Diskusi bersama para pegiat Literasi di Taman Bacaan Azzamy Library, Sabtu (21/9/2025).
Fitri menambahkan, dengan sinergi yang kuat, literasi dapat menjadi jalan peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan potensi generasi muda, sekaligus membangun masyarakat yang berdaya dan mandiri.
Kegiatan yang digagas TBM Azzamy Library ini mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Riau. Fitri menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas apresiasi yang telah diberikan.
"Kehadiran Balai Bahasa provinsi Riau senantiasa memberi inspirasi, pelatihan, dan wawasan baru untuk memperkuat kemampuan pengelolaan TBM dan komunitas baca,” sebutnya.
Empat Agenda Utama
Lebih lanjut, Fitri menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan akan berlangsung hingga Oktober mendatang, dengan empat agenda utama.
Pertama, diskusi penggerak literasi yang menghadirkan pertukaran gagasan dan pengalaman dari para pegiat.
“Dari sini, kita bisa berbagi praktik baik, pengalaman lapangan, tantangan, serta strategi yang berhasil dijalankan di masing-masing komunitas,” jelasnya.
Kedua, penguatan jaringan dan kolaborasi. Fitri berharap jejaring antar pegiat literasi dapat terus terbangun, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional, dengan melibatkan pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga media.
Ketiga, perumusan strategi bersama untuk mencari solusi kreatif meningkatkan minat baca dan budaya literasi masyarakat.
Agenda ini juga diharapkan melahirkan rencana aksi bersama agar gerakan literasi lebih terarah dan berkelanjutan.
Keempat, peningkatan kapasitas penggerak literasi melalui pelatihan dan penguatan peran TBM sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat.
TBM Bukan Sekadar Tempat Membaca
Fitri menegaskan kembali bahwa TBM dan komunitas literasi bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, kebudayaan, serta pemberdayaan manusia.
“TBM adalah pusat kegiatan belajar masyarakat. Ia hadir sebagai wadah untuk memperkuat budaya literasi sekaligus melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Selain dari mengundang para pegiat literasi dari Taman Bacaan dan komunitas baca, tampak hadir mengikuti acara RT, Perwakilan dari Lurah Pebatuan, Perwakilan dari Dispusip Kota Pekanbaru, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Provinsi Riau, Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Riau.


Komentar Via Facebook :