Bullying makin Mengkhawatirkan, Ketua IPM Riau Desak Pemerintah Ambil Langkah Tegas

Bullying makin Mengkhawatirkan, Ketua IPM Riau Desak Pemerintah Ambil Langkah Tegas

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Kasus pengeroyokan yang menimpa seorang siswa SMA Negeri 9 Pekanbaru kembali membuka mata publik tentang maraknya budaya bullying di kalangan pelajar.

Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Riau, Frengky Oktorasyah, menyatakan keprihatinannya dan mendesak semua pihak untuk bertindak tegas.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (15/9), saat seorang siswa berinisial FL dikeroyok sejumlah teman sekelasnya di area sekolah.

Aksi brutal tersebut membuat FL harus dilarikan ke RS Santa Maria Pekanbaru untuk menjalani perawatan intensif.

Frengky menegaskan bahwa tindakan kekerasan antar pelajar tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.

“Ini masalah serius. Bullying tidak boleh lagi dianggap hal biasa. Pihak sekolah, aparat hukum, dan masyarakat harus turun tangan memberikan perlindungan nyata kepada siswa,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai langkah pencegahan.

Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembentukan mental dan moral generasi muda.

Frengky juga menyerukan agar pemerintah dan sekolah segera mengambil langkah nyata.

“Harus ada tindakan tegas agar kasus seperti ini tidak terulang kembali. Setiap siswa berhak mendapatkan rasa aman di sekolah,” ujarnya.

PW IPM Riau, lanjut Frengky, berkomitmen menyediakan wadah positif bagi pelajar di Riau, khususnya Pekanbaru.

Organisasi ini mendorong lahirnya pelajar yang mencerahkan, berdaya saing, serta mampu membawa perubahan positif melalui pendidikan, kegiatan sosial, dan kontribusi nyata di masyarakat.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden bullying di Pekanbaru yang kian meresahkan.

Publik pun berharap tragedi ini bisa menjadi momentum untuk mengakhiri budaya kekerasan di sekolah dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, serta kondusif bagi semua siswa.

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :