Lembaga Pendidikan Semua Harus Diperhatikan, Termasuk Sekolah Agama
Pekanbaru, RanahRiau.com- Pemprov Riau diminta agar jangan membeda-bedakan sekolah negeri biasa dengan sekolah agama. Karena murid yang sekolah di seluruh lembaga pendidikan di Riau adalah generasi dan putra putri Riau yang akan melanjutkan pembangunan daerah nantinya.
Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Riau, Husaimi Hamidi mengatakan, pihaknya meminta agar pihak pemerintah daerah jangan sampai membeda-bedakan sekolah tersebut, karena pada dasarnya sekolah secara keseluruhan merupakan tanggung jawab pemerintah.
“Kita minta pemerintah jangan sampai menganak tirikan sekolah selain sekolah negeri. Karena apa pun sekolahnya, yang belajar di sana adalah putra putri kita,” kata Husaimi Selasa (28/3/2017).
Husaimi yang melaksanakan reses di daerah asalnya tersebut juga mengatakan, cukup banyak persoalan yang mesti diberikan perhatian bagi sekolah agama di Riau, salah satunya adalah infrastruktur sekolah, yang menurutnya sangat banyak yang kondisinya memprihatinkan.
Dicontohkannya, di daerah asalnya saja, Rokan Hilir, sekolah agama di sana kondisinya sangat membutuhkan perhatian pemerintah. Jika diminta memberikan perhatian sekolah tersebut, menurutnya pemerintah daerah setempat beralasan bahwa sekolah agama merupakan tanggung jawab Kementerian Agama (Kemenag).
“Kita lihat sekolah agama dianaktirikan. Jika ditanya katanya itu taqnggung jawab Kemenag, harusnya juga dibantu oleh Pemda,” imbuhnya.
Antusias masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah agama menurut Husaimi sangat tinggi. Hal ini terbukti salah satu yang ia tinjau beberapa waktu lalu di daerah Limau Kapas, Rokan Hilir, jumlah muridnya mencapai ribuan untuk satu sekolah.
“Jumlah muridnya sangat banyak, tapi kondisi sekolahnya sangat memprihatinkan. Saya lihat mejanya dari papan yang dibelah dua, sangat tidak layak, demikian juga kursi dan infrastruktur lainnya,” tuturnya.
(Tribunpekanbaru)


Komentar Via Facebook :