Pemko Dumai Kemana?
Jembatan dan jalan sei-sepit Menyedihkan
Dumai, RanahRiau.com- Beginilah yang di rasakan para petani keladi di kampung Sei-Sepit RT.09, harus rela bertaruh nyawa untuk melewati jembatan penghubung jalan. Pasalnya jembatan yang mereka lewati hanya sehelai belahan kayu untuk di lintasi dengan menaiki kendaraan bermuatan hasil panen buah keladi, dari lahan menuju kerumah mereka masing-masing.
Dari Pantauan Media, ketika melintas di jalan Mekar Sari RT.08 hendak menuju ke Teluk Dalam RT.08, bahwa ada 2 petani yang berkendara dengan membawa muatan buah keladi di dalam keranjang, ingin menyeberang dari jalan lahan buah keladi, hendak mengarah ke jalan Mekar Sari, karena Jalan Mekar Sari merupakan akses jalan utama masyarakat Sei-Sepit.
salah satu petani inisial (AO) mengatakan, jembatan tersebut sangat sulit untuk dilewati, sehingga dirinya harus lebih berhati hati agar tidak terjatuh saat membawa beban hasil panen.
"Beginilah kondisi jembatan yang harus kami lewati pak harus extra hati-hati, jika naas menimpa kami, maka kita bisa terjatuh dan nyungsep ke parit ditimpa sepeda motor sendiri, Bisa-bisa nyawa melayang akibat tertimpa sepeda motor yang dalam keadaan membawa beban hasil panen buah keladi, Dan jembatan yang seperti ini tak hanya yang bapak dilihat di sini saja, masih banyak lagi jembatan-jembatan dengan kondisi seperti ini," Terangnya.
Selain itu juga, Dirinya menyampaikan, seluruh jalan-jalan di Sei-Sepit ketika di siram hujan maka tak dapat dilalui kendaraan karena licin dan sangat lengket akibat kondisi tanah liat.
Meski Begitu, dia berharap kepada pemerintah terkait agar segera memberikan bantuan pembangunan jalan dan jembatan, agar masyarakat dapat melakukan aktifitas sehari hari dengan nyaman dan aman.
"Kami sangat mengharapkan kepada Pemko Dumai menaruh iba terhadap masyarakat sini, untuk dapat memikirkan keluhan-keluhan yang kami rasakan selama bertahun-tahun, semoga Pemko Dumai dapat tergugah hatinya untuk membangun jalan serta jembatan yang ada di Sei-Sepit ini. tentunya Agar kami para petani dapat merasakan kesenangan seperti yang di rasakan masyarakat di perkotaan Dumai." Pungkasnya. (Bid/Rls).


Komentar Via Facebook :