Semakin Berani Mengundang Perhatian Publik, Gelper di Kota Bengkalis Harus Tutup

Semakin Berani Mengundang Perhatian Publik, Gelper di Kota Bengkalis Harus Tutup

Foto: Iskandar Hasan, Warga Kota Bengkalis

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Semakin tahun berjalan kini kota Bengkalis kembali di hidupkan dengan arena permainan anak-anak, pada dasarnya bukan juga merupakan arena yang secara umum tempat anak anak sungguhan secara keseluruhan.

Melainkan taktik tipu daya usahawan yang target dugaan utamanya lebih kepada arena permaianan judi bagi orang orang yang bukan lagi tergolong anak, situasinya sensitif semakin terus berjalan sudah tentu mengundang perhatian publik.

Perhatian ini datang dari salah seorang warga kota Bengkalis, Iskandar Hasan, kehadiran Gelanggang Permainan (Gelper) ada Game jackpot ZONE 88 yang berada tepatnya di jalan Hangtuah kota Bengkalis cukup membuat resah. Dirinya dan masyarakat lain yang sempat berbincang. 

"Pasalnya arena yang menjadi perhatian tersebut merupakan lebih mengarah pada dugaan permainan judi dan bukan arena sepenuhnya tempat permainan anak-anak yang utuh," ungkap Iskandar Hasan, Selasa (15/4/2025) ditengah kesibukannya. 

Sebutnya lagi, sebagai masyarakat kita prihatin, tambah lagi ia mengakui daerah dimana tempat masa kecilnya dulu bermukim. Hal itu makin menambah dirinya tidak setuju dengan keberadaan arena yang menjadi dugaan kasarnya tempat perjudian.

Foto: Gelper di Jalan Hangtuah Kota Bengkalis

"Sulit mau di beberkan secara panjang lebar yang jelas lebih banyak nilai negatif dari pada positifnya," sebut iskandar. 

Ia katakan dan menyarankan kepada Pemerintah, mulai dari lapis bawah baik itu RT, Lurah kota, Camat hingga sampai pada kekuasaan tertinggi Bupati, agar dapat segera meninjau dan ambil sikap tegas tutup tempat yang terduga ada fasilitas permainan judi.

Kalau pun harus ada yang dibuka cukup sebatas betul-betul murni fasilitas permainan anak-anak saja, demikian juga dengan arena yang berada di jalan pahlawan yang lokasinya bersebelahan kantor Lurah Kota Bengkalis, E-Zone juga perlakukan sama harus di tutup," tegasnya. 

Lebih lanjut, Iskandar meneruskan, bukan cuma jajaran Pemerintah eksekutif tapi legislatif dan juga penegak hukum beserta perangkat keamanan negara yang ada mesti memiliki kesadaran dan tindakan yang sama segera menutup arena tersebut. 

Sudahlah tak boleh lagi dibiarkan karena akan banyak mendatangkan hal-hal yang tak baik dikemudian hari nanti, sebelum semua prediksi itu terjadi maka segeralah bertindak.

Dan lagi, ia mengatakan, perjudian itu tidak di legalkan oleh negara, jadi semakin di biarkan maka akan semakin berani para pelaku usaha yang menyimpang itu tetap mengembangkan usaha terlarang. 

"Jangan biarkan pengusaha dan pengelola bisnis salah itu jadi semakin angkuh, tidak menutup kemungkinan proses waktu akan adanya reaksi publik dengan pecahnya persoalan kamtibmas, yang tak lain jelas keributan, oleh karena sekarang ini isu tidak simpatik itu sudah menjadi bincangan publik," terangnya 

Mengakhiri pandanga, ia juga tak lupa sembari mengingatkan catatan peristiwa, barangkali banyak pihak yang lupa atau bahkan tak tahu, Bengkalis itu sudah pernah ada pengalaman.

"Kan dulunya keributan pernah ada, bahkan hingga terjadi pertumpahan darah serta membakar sarana game jackpot, cerita pengalaman itu tak akan bisa terlupakan, jadi kejadian serupa jangan sampai terulang," ujarnya. 

Sementara, Lurah Kota Bengkalis Muhammad Nuryan Friady di konfirmasi media ini mengatakan, terkait izin domisilinya tidak ada, apalagi melaporkan atau pun meminta izin kepada kami. Jangankan izin, dari pihak pemilik kedua Gelper di kota Bengkalis sama sekali tidak pernah jumpai saya. Salah satunya Gelper yang bersebelahan di kantor kita saat ini. 

"Ceritanya, pada waktu Pemilihan Umum tahun 2024 lalu, kami mau numpang lokasi untuk pemilihan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pun tak di kasi oleh pemilik Gelper E-Zone tersebut. Maka dari itu, kami di kantor Lurah Kota ini pun sangat kecewa karena tidak bisa bekerjasama dengan baik," ujar singkatnya. 

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :