Ratusan Rumah Terendam Banjir, Warga Petapahan Semakin Khawatir Terjadi Bandang
KUANSING, RANAHRIAU.COM - Ratusan rumah warga di desa Petapahan kecamatan Gunung Toar, kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), kembali terendam banjir. Senin, (27/01/2025) malam.
Banjir kali ini disebabkan karena tingginya intensitas hujan sejak tadi sore, sehingga meluap nya sungai Petapahan yang sudah terjadi pendangkalan akibat dari adanya aktivitas tambang emas ilegal di Hulu Sungai Petapahan.
Sadomin (70) salah seorang warga yang rumahnya terendam banjir mengatakan, sungai Petapahan selalu Meluap setiap hujan lebat. Bahkan, banjir ini datang dengan tiba-tiba pada malam hari, disaat warga sedang tidur nyenyak.
" Ya, sungai Petapahan selalu Meluap setiap hujan deras. Hampir Tiga kali dalam sepekan terjadi banjir. Sebab, sungai Petapahan sudah dangkal akibat aktivitas tambang emas di Hulu Sungai," kata pak Sadomin.
" Dulu, sebelum adanya Dompeng di Hulu Sungai, Jarang terjadi Banjir. Karena Sungai Ketika itu belum terjadi pendangkalan," ulasnya.
Sementara itu, Penjabat (PJ) Kepala desa Petapahan, Khairul Amri , S.Ag yang terlihat langsung turun ke lokasi banjir, ketika dikonfirmasi awak media ini menjelaskan, banjir saat ini sudah merendam ratusan unit rumah warga, termasuk mushalla.
" Saat ini sudah 193 unit rumah warga yang terendam banjir, termasuk satu unit mushalla, dan jembatan kayu yang menghubungkan di Dusun I yang menghubungkan dusun I rayon kiri dan rayon kanan. Jembtan kayu tersebut saat ini dalam kondisi hancur, dan tak bisa lagi di gunakan," papar Khairul Amri.
" Saat ini ketinggian banjir terus bertambah, dan arus sungai semakin deras. Kami tidak bisa mencapai TKP, karena akses sudah terputus terendam banjir. Kami berharap, kepada pemerintah daerah, terutama pihak BPBD agar segera menurunkan Tim nya ke TKP," ujar Khairul menandaskan.


Komentar Via Facebook :