Peringatan Hari Besar Islam, MDTA Baitul Jalil gelar Agenda Mabit

Peringatan Hari Besar Islam, MDTA Baitul Jalil gelar Agenda Mabit

PEKANBARU, RANAHRIAU. COM-Bangun generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki pondasi keimanan yang kuat,

Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) Baitul Jalal, Pekanbaru, sukses menggelar kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit).

Acara ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Snin, 25–27 Januari 2025, dan diikuti oleh seluruh santri-santriwati MDTU dengan penuh antusias.

Kegiatan ini mengangkat tema “Membangun Generasi Berkarakter Islami Dengan Meningkatkan Iman dan Taqwa”.

Tema ini dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, dan kebersamaan.

Tak hanya berisi aktivitas keagamaan, mabit tahun ini juga menghadirkan berbagai agenda kreatif dan edukatif yang mampu meningkatkan semangat serta kebersamaan para santri.

Kegiatan ini diawali rapat akbar bersama yayasan dan guru MDTU, kepala MDTU Baitul Jalal ustadz Sumantri Adenin, S.Ag., MH menyampaikan, "kami akan melaksanakan kegiatan mabit selama 2 hari pada tanggal 25-26 rajab 1446 H."

Hal ini disambut baik oleh H. Fauzi dan ketua keagamaan pak Kholil.

Kegiatan mabit ini pun dilakukan selama 3 hari 25, 26 dan 27 Rajab 1446 H, dengan panitia pelaksana yang terdiri dari ustadz Farhan Azhari sebagai ketua pelaksana, ustadz Hermandi Ritonga sebagai sekretaris, ustadzah Risma Sulistia Aini, S.Pd sebagai bendahara, ustadzah Riagusriati sebagai ketua pelaksana lomba dan ustadzah Tasya Amanda Fitria dan ibuk Anggi sebagai koordinator konsumsi. 

Agenda Hari Pertama
Mabit dimulai pada Sabtu sore (25/1) dengan kegiatan seminar motivasi dan muhasabah.

Seminar ini dibawakan oleh seorang motivator ustadz Efri Guswandi S.Si yang menginspirasi para santri untuk menjadi generasi yang produktif, berakhlak, dan bertanggung jawab.

Sesi muhasabah yang dipandu oleh panitia membawa suasana haru ketika para santri diajak merenungi perjalanan hidup mereka, mengingat jasa orang tua, dan memperkuat niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Selepas Magrib, acara dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur'an yang dipimpin oleh ustazah Riagusriati guru MDTU.

Para santri membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an secara bergiliran dengan penuh khidmat.

Momentum ini menjadi ajang bagi mereka untuk memperbaiki bacaan dan

mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Setelah itu, seluruh peserta menikmati makan malam bersama.

Suasana keakraban terlihat jelas ketika para santri duduk berkelompok, berbagi cerita, dan saling mendukung.

Malam harinya, acara dilanjutkan dengan nonton bareng (nobar) film inspiratif bertema Islami yang disusul dengan sesi bakar jagung.

Kegiatan ini menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan di antara para peserta.

Agenda Hari Kedua
Sabtu pagi (26/1), para santri memulai aktivitas dengan salat tahajud berjamaah sebelum Subuh.

Di pimpin oleh kepala MDTU ustadz Sumantri Adenin. S.Ag.,MH. Tahajud menjadi salah satu amalan unggulan dalam Mabit tahun ini.

Setelah salat Subuh, para santri diajak untuk bermuhasabah sejenak, di mana mereka mendengarkan tausiah singkat tentang pentingnya salat malam dan kedisiplinan dalam beribadah.

Agenda utama pada hari kedua adalah serangkaian perlombaan yang mengasah kemampuan para santri, baik dalam bidang agama maupun kreativitas.

Perlombaan meliputi adzan, tilawah Al-Qur'an, tahfiz, dan hafalan doa. Suasana kompetisi berlangsung meriah dan penuh semangat.

Setiap peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka, sementara teman-teman lainnya memberikan dukungan penuh.

Malam harinya, acara puncak diisi dengan peringatan Isra Mi'raj. Untuk memeriahkan acara puncak ada persembahan sholawatan dari santri/santriwati anak-anak yatim binaan yayasan Baitul Jalal dipimpin ustadzah Salbiah Siregar dan sekaligus menghidupkan suasana di acara tersebut.

Dalam ceramah yang disampaikan oleh Zainul Bahri Lubis, M. Ag, para santri diajak untuk merenungi hikmah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mi'raj, terutama tentang pentingnya salat lima waktu.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba. Wajah-wajah ceria para santri tampak jelas ketika menerima hadiah sebagai apresiasi atas usaha mereka.

Agenda Hari Ketiga
Pada hari terakhir, Ahad pagi (27/1), kegiatan dimulai dengan salat tahajud dan Subuh berjamaah.

Setelahnya, para santri mengikuti aktivitas out bond dan senam pagi.

Berbagai permainan outbond yang melibatkan kerja sama tim dirancang untuk meningkatkan solidaritas dan kekompakan antar santri.

Senam pagi juga menjadi momen yang penuh semangat, dipandu oleh instruktur yang energik ustadz Farhan Azhari.

Kegiatan out bond menjadi salah satu agenda yang paling dinanti oleh para santri.

Mereka diajak untuk mengikuti berbagai tantangan fisik dan mental yang menguji kekuatan kerja sama tim, kepemimpinan, serta kemampuan memecahkan masalah.

Tawa dan sorak sorai mengiringi setiap permainan, menciptakan suasana yang penuh kebahagiaan.

Kepala MDTU Baitul Jalal, Ustadz Sumantri Adenin, S.Ag., M.H., mengungkapkan bahwa Mabit tahun ini merupakan bagian dari program tahunan yang bertujuan untuk membentuk karakter Islami sejak dini.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk menambah wawasan agama, tetapi juga membangun karakter Islami yang tangguh. Kami ingin membentuk generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta terhadap agama,” ujar beliau dalam sambutannya. 

Para santri pun sangat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Zikri Maulana, Ajeng Humairoh, Dede, Zidan mewakili kawan-kawan menyampaikan rasa senangnya bisa mengikuti Mabit.

“Saya sangat menikmati semua aktivitasnya, terutama lomba hafalan doa dan acara bakar jagung. Kegiatannya seru dan menambah ilmu,” ujarnya.

Seluruh santri dan santriwati, juga merasa mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.

“kami senang sekali ikut Mabit. Banyak ilmu yang kami dapatkan, seperti cara memperbaiki bacaan Al-Qur'an dan pentingnya menjaga salat tepat waktu. Saya juga belajar banyak tentang kerja sama dari kegiatan out bond,” kata mereka.

Dukungan orang tua pun terlihat nyata dalam keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini.

Beberapa orang tua santri menyampaikan apresiasinya terhadap program Mabit.

“Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini. Anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu agama, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, tanggung jawab, dan disiplin,” ujar salah satu wali santri. Kalau bisa yayasan mengadakan setahun dua kali.

Penutupan dengan Doa dan Harapan
Acara Mabit ditutup pada senin pagi pada pukul 08.00 dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz Hermandi Ritonga.

Suasana khidmat terasa saat semua peserta memanjatkan doa, mengucap syukur atas kelancaran kegiatan, dan memohon keberkahan untuk ilmu yang telah didapatkan.

H. Fauzi, selaku ketua yayasan menyampaikan “Diharapkan kegiatan Mabit ini tidak hanya menjadi pengalaman berharga bagi para santri, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Dengan semangat keimanan dan ketaqwaan yang terus terjaga, para santri MDTU Baitul Jalal diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan agama” ujanya dalam penutupan kegiatan.

Ibu Ina dan ibu Yunila sebagai ibuk majelis ta’lim Baitul Jalal, menyampaikan Mabit MDTA Baitul Jalal 2025 menjadi bukti nyata bahwa pendidikan agama yang dikemas secara kreatif dan edukatif mampu menciptakan pengalaman yang membekas di hati para peserta, sekaligus membentuk karakter yang Islami.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :