Sikapi persoalan Jaring Rawai dan Batu, Ini Kata Legislator Riau

Sikapi persoalan Jaring Rawai dan Batu, Ini Kata Legislator Riau

Ilustrasi

Pekanbaru, RanahRiau.com- Terkait protes nelayan jaring rawai dan juga penangkapan kapal nelayan menggunakan Jaring Batu di Selat bengkalis beberapa waktu lalu, Anggota DPRD Provinsi Riau, Hardianto SE, menukas, persoalan tersebut merupakan kekecewaan masyarakat nelayan kepada pemilik modal yang menggunakan jaring batu untuk menangkap ikan. Pasalnya, kata dia, jika menggunakan jaring batu, kehidupan ekosistem di laut lambat laun akan habis, sehingga merugikan bagi kesejahteraan nelayan lainnya.

"Pemerintah Provinsi Riau harus bersikap tegas dalam menegakkan aturan, yang mengakibatkan konflik nelayan dengan pemilik modal, Kita sepakat ketika pemanfaatan ikan di Riau demi kesejahteraan nelayan bukan memperkaya pemilik modal," Paparnya saat ditemui reporter ranahriau.com, Senin (27/2/17) Di pekanbaru.

Selain itu juga, politisi Gerindra ini Memandang, aparat hukum belum bertindak tegas menjalankan aturan.

Oleh karena itu, dirinya meminta agar penegakan hukum di wilayah perairan selat bengkalis harus benar benar dijalankan sesuai dengan Standart Prosedur Operasional (SOP) agar persoalan ini tidak lagi terulang.

"kita harap, aparat hukum berjalan sesuai dengan tupoksi nya, karena inikan berkaitan dengan "Perut" (Pencaharian), kalau seperti ini terjadi, bukan tidak bisa akan merambah pada perbuatan yang tidak baik." Urainya.

Agar tidak muncul lagi persoalan tersebut, wakil rakyat Dapil Bengkalis inipun menyarankan, Pemerintah Provinsi Riau harus melakukan kajian dan analisa kelautan, dengan menjadikan laut sebagai kawasan ikan terpadu.

"Pemerintah harus bersikap tepat dan melakukan kajian seperti membuat rumah rumah ikan, karang buatan, membuat ikan khas sistem tambak atau apung,  Atau bisa jadi dibuat laut wilayah. Sehingga ikan bisa berkembang biak. Dengan demikian, kelestarian ikan akan terjaga, sehingga nelayan bisa menikmati potensi ikan untuk perekonomian masyarakat." Pungkasnya. (Fes).


Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :