Jefrizal angkat bicara terkait Isu Penyerobotan dan Pengrusakan Mangrove yang viral di Pemberitaan
Foto: Ist
SELATPANJANG, RANAHRIAU.COM- Pengurus Batching Plant Area Kelompok Mangrove Meranti Lestari angkat bicara setelah beberapa waktu lalu diberitakan terkait penyerobotan dan pengrusakan mangrove, hal ini disampaikan oleh Jefrizal kepada wartawan dalam keterangan melalui Whatsapp Messenger, Rabu (05/06/2024).
Jefrizal yang juga Ketua umum Dewan pimpinan Pusat Laskar Melayu Cendikiawan Muda (LMCM) Propinsi Riau ini mengatakan pelaksanaan Baching plant adalah bentuk investasi dirinya untuk pembangunan pulau Merbau yang selama ini sangat minim atas pembangunan dan tergolong daerah Termiskin, terluar dan terbelakang, "sekarang sudah saatnya masyarakat Pulau Merbau kompak, bersatu, untuk mewujudkan pulau Merbau yang terdepan, maju dan cerdas," ujarnya.
Jefrizal yang merupakan Putra kelahiran Centai pulau Merbau itu mengatakan pelaksana baching plant tersebut menggunakan Lahan kelompok mangrove Meranti lestari dan sudah mendapat persetujuan untuk kegunaan pinjam pakai sekitar setahun, kemudian didukung oleh aparat pemerintah dan tokoh kecamatan masa itu.
"Terkait administrasi tentunya kita juga memaklumi posisi Meranti sebagai pulau mangrove untuk banyak aturan dan regulasi dilaksanakan. Untuk itu, dirinya sudah memasukkan permohonan Pinjam pakai lahan dengan UPT Dinas LHK dan kehutanan kepulauan Meranti, kemudian keterangan penyesuaian tata ruang di dinas PUPR serta mendaftarkan ke dinas penanaman modal satu pintu sebagai langkah menjalani regulasi hukum yang ada.
"Saya berharap kepada pihak-pihak lain yang memberitakan berlebihan itu agar kembali sadar akan efek negatif yang ditimbulkan pulau Merbau akibat ada isu-isu yang membuat soalah-olah ada pro kontra, padahal seluruh masyarakat Pulau Merbau mendukung penuh kegiatan itu dan hal ini sudah ratusan tahun berlalu Pulau Merbau menanti pembangunan nasional, sangat layak rasanya hari ini untuk tetap mendukung dan bersama berfikir maju cerdas dan bearwah demi pulau Merbau keluar dari Zona Miskin, terbelakang dan terisolasi," ungkap Jefrizal.
Adapun terkait penghijauan dilokasi tersebut, dirinya juga sudah melakukan penanaman mangrove sepanjang bibir pantai sebagai bentuk prihatinya untuk menjaga Ekosistim tanaman bakau tetap tumbuh dan subur. Jefrizal menyebutkan kegiatan penanaman mangrove adalah Kegiatan rutin Organisasi LMCM yang ia pimpin, dan sejauh ini setiap tahun melaksanakan kegiatan penghijauan dan penanaman mangrove Se Meranti dan sangat menjaga kelestarian Lingkungan itu.
"Terkait kegiatan batching plant itu adalah investasi pribadi dan tidak ada sangkut paut sama perusahaan dan menurutnya, siapapun perusahaan dan darimanapun yang dapat pelelangan kegiatan Jalan itu hendaklah tetap menggunakan jasa batching plant itu, dan sifatnya juga tidak memaksa. Jadi tidak perlu ada spekulasi dan pemikiran negatif atas pelaksanaan itu," sebutnya.
"Saya mengajak untuk semua bekerja sama demi terlaksananya kegiatan jalan Pulau Merbau dan memaklumi posisi pelaksana batching plant yang telah dibuat ini," himbaunya.


Komentar Via Facebook :