Polibun Tak Berizin

Berikan Advokasi, IDI Riau siap bantu dr.Jeri

Berikan Advokasi, IDI Riau siap bantu dr.Jeri

PEKANBARU, RanahRiau.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Riau menyatakan akan melakukan pembelaan terhadap dr Jeri Aldi MMR, karena telah dilakukan semena-mena oleh PT Tunggal Perkasa Plantation (TPP) anak perusahaan PT Agro Astra Agro Lestari (AAL).

IDI Riau merasa perihatin dengan kasus yang menimpa dr Jeri Aldi MMR, yang harus menerima kenyataan pahit di PHK dari pekerjaannya sebagai dokter Poliklinik Kebun (Polibun) hanya karena tidak mau dimutasi ke PT Kimia Tirta Utama (KTU) karena diduga saat itu Polibun PT KTU tidak memiliki izin, lagipula PT TPP dan PT KTU beda manejemen dan badan hukum, meskipun dua perusahaan tersebut merupakan anak PT AAL.

Mendapat dukungan IDI Riau dr Jeri sangat bersukur, ” Hasil pertemuan saya dengan ketua IDI Riau dr Zul Asdi, IDI akan memberi suport dan advokasi kepada saya. Saya sangat mengapresiasi sekali sikap IDI Riau yang sangat peduli dengan nasib dokter,” kata Jeri.

Jeri mengatakan masalah yang menimpa dirinya tersebut sudah dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Riau pada tanggal 28 November 2016 dan Ditreskrimsus sudah mengeluarkan SP2HP dan saksi saksi dari pihak PT KTU telah diperiksa.

” Dengan adanya support IDI Provinsi Riau saya merasa mendapat suntikan motivasi baru,”ujarnya

Jeri merasa nama baiknya sebagai dokter telah tercoreng karena masyarakat tidak tahu apa alasan ia menolak dimutasi yang tidak prosedural.

“Masyarakat Airmolek dan lingkungan perusahaan mengganggap saya sebagai pembangkang tidak taat terhadap peraturan perusahaan untuk mutasi ke PT KTU, padahal alasan saya jelas karena mutasi cacat hukum lalu karena Polibun PT KTU diduga tidak berizin. Akhirnya sekarang Alhamdullilah masalah ini terang benderang, masyarakat bisa tahu alasan saya menolak mutasi tersebut.

Jeri menghimbau teman-teman sesama dokter berani menolak jika bekerja diperusahaan untuk melakukan perbuatan melanggar UU profesi kedokteran,” Jika kliniknya tidak berizin sebaiknya tolak saja bekerja ditempat tersebut karena jika tidak dokter bisa saja dituntut secara hukum,”imbuhnya. (fes)

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :