Raih IPK Tertinggi di STIH Persada Bunda Pekanbaru, Gabe : Terima Kasih Supportnya

Raih IPK Tertinggi di STIH Persada Bunda Pekanbaru, Gabe : Terima Kasih Supportnya

Foto : Sopan Panggabean, SH usai ikuti Wisudawan di Hotel Pangeran Pekanbaru

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Perguruan Tinggi dibawah naungan Yayasan Pendidikan Persada Bunda, yakni STIH Persada Bunda, STIE Persada Bunda, STBA Persada Bunda dan STISIP Persada Bunda, menyelenggarakan kegiatan Wisuda tahun akademik 2022-2023 yang berlangsung di Hotel Pangeran Pekanbaru, Sabtu 26 Agustus 2023. 

Sebanyak 348 mahasiswa resmi menyandang gelar Sarjana Satu (S1) dari berbagai disiplin ilmu. 

Acara di mulai sejak pukul 08.00 WIB pagi sampai dengan selesai berjalan khidmat. Pihak keluarga ikut meramaikan hingga sampai di Pelataran sekitar lokasi acara tersebut. Rasa haru dan gembira menyelimuti ruangan yang besar dan mewah. 

Pada Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Persada Bunda merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang terus mengalami pertumbuhan yang terus meningkat, dengan dinamis pada era globalisasi dan informasi. 

Salah seorang mahasiswa STIH angkatan ke XV yang lulus dengan nilai tertinggi Indek Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 dari 123 mahasiswa prodi ilmu hukum, Sopan Panggabean SH, mengungkapkan, semasa kuliah yang ditempuh selama empat tahun penuh dengan suka dan duka. 

"Dengan kelulusan ini, saya mengucapkan terima kasih dan tidak lepas dari support serta dukungan sumbangsih bantuan dari berbagai pihak, yakni dosen, tenaga kependidikan, masyarakat Kabupaten Bengkalis hingga institusi lain yang telah memberikan bantuan untuk kelancaran study," ungkap Sopan Panggabean, SH saat menghubungi pewarta RANAHRIAU.COM.

Dikatakan Gabe, sapaan akrabnya, prestasi tidak ditentukan dari nilai IPK tinggi. Ia berpendapat, semua orang bisa berprestasi asal tahu potensi dirinya sendiri, kemudian mampu mengembangkan dan menggunakannya untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara yang kita cintai. 

Saat ini, kita memasuki era meritokrasi, dimana prestasi kita yang menentukan adalah kita sendiri, bukan orang tua, kolega ataupun kedaerahan. 

Diakuinya integritas bukan hanya jujur, namun juga wajib mampu menjunjung tinggi kebenaran yang saat ini menjadi barang langka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar pria yang berambut gondrong. 

Meskipun memiliki kesibukan yang banyak di luar perkuliahan, namun tetap mampu mempertahankan strategi untuk membagi waktu antara urusan belajar dan pekerjaan.

"Dengan tujuan utama adalah konsentrasi serta mulai memetakan waktu untuk mencari prestasi setiap kegiatan perkuliahan yang diikutinya," pungkasnya. 
 

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :