Kepala Puskesmas Tambang Minta Maaf Atas Ucapan Gak Jelas Ke Wartawan
ilustrasi - Net
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Berawal dari ucapan Kepala Puskesmas di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar (SAS) menyebut Oknum Wartawan NKRI Post dengan kalimat "wartawan Gak Jelas," Pasalnya, Menurut (SAS), Oknum pewarta tersebut menanyakan temuan audit BPK tahun 2021 terkait kegiatan di puskesmas yang ia pimpin.
Hal ini terungkap pada saat (SAS) berbincang dengan sejumlah media dan aktifis di salah satu Caffe di Bangkinang Kampar beberapa waktu lalu.
"Saya sudah melihat kedatangan dia dari jauh tadi, itu yang menanyakan temuan BPK tahun 2021, gak jelas itu wartawannya," Cetusnya.
Ucapan itupun dibenarkan oleh seorang aktivis berinisial (MW) yang saat itu duduk bersama di ruangan.
"Saya mendengar kepala puskesmas mengucapkan hal yang tidak baik terhadap profesi wartawan, hanya disayang kan seorang kepala puskesmas bisa tidak santun dalam berbahasa," Sebutnya.
Sementara itu, saat ditemui dan ditanyakan pewarta ranahriau.com tentang siapa yang dimaksud oknum wartawan itu, (SAS) memberikan foto profil yang berada di WA pribadinya.
Menindak lanjuti Tudingan Kepala Puskesmas Kecamatan tambang tadi, ranahriau.com mencoba mengkonfirmasi oknum wartawan yang namanya sempat diperlihatkan dalam WA pribadi (SAS).
Adalah (DH), Wartawan sekaligus Biro NKRI Post di Riau menukas, Persoalan tudingan kepala puskesmas tambang (SAS) kepada dirinya, ditegaskan (DH) itu tidak benar.
"Sungguh tidak pantas ucapan itu keluar dari mulut pimpinan puskesmas yang dipandang sebagai orang berpendidikan. sebagai fungsi kontrol wartawan berhak untuk menanyakan kepada siapapun sebuah peristiwa yang menjadi sorotan publik," Urai (DH) saat dijumpai ranahriau.com, Jumat (18/8/2023) di Pekanbaru.
Masih dalam penjelasannya, untuk kepastian legalitas, DH menyebut bukan wartawan "Gak Jelas" sebagaimana dituding (SAS), dirinya mempunyai kelengkapan sebagai wartawan dan telah mendapat mandat sebagai biro NKRI Post di Riau dari kantor pusat redaksi di Jakarta.
"Saya ini wartawan NKRI post yang berkantor di jakarta, biro untuk wilayah Riau itu saya yang pegang, Coba dia tanya langsung jangan asal menuding, pasti saya terangkan legalitas media saya, jangan asal ceplos saja, apalagi dia seorang pimpinan dipuskesmas, jadi contoh anggotanya, bahasa yang baik dan beretika-lah, ini sudah bisa masuk dalam kategori menghina profesi wartawan." Jelasnya.
DH dalam keterangan menegaskan, persoalan ini akan dilaporkan ke redaksi NKRI Post yang berada di Pusat atau jakarta dalam waktu dekat ini.
"Nanti untuk lanjutannya saya coba kordinasi ke Pusat," Tandasnya.
Secara terpisah, kembali dikonfirmasi, (SAS) membantah dirinya menyebut telah membuat pernyataan jika (DH) sebagai wartawan "Gak Jelas."
"Saya tdk pernah membuat pernyataan seperti itu," Sanggahnya kepada pewarta ranahriau.com, (Jumat, 18/8/2023) melalui chat WA.
Dijelaskan (SAS), yang dimaksud ungkapan "Gak Jelas Itu" bukan sebagai wartawan, namun menunjukan (DH) sebagai salah satu anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) JPKP yang sudah tidak lagi bernaung disana.
"Kita ngobrol di kafe waktu itu sebagai rekanan, dan sebagai informasi sewaktu ngobrol saya memberikan informasi tentang adanya WA yang masuk ke hp saya dengan background (Latar Belakang) JPKP, lalu saya mempertanyakan ke ketua JPKP Provinsi, dan ternyata beliau bukan lagi anggota JPKP dan itu yang saya infokan, saya tidak mengeluarkan statemen kalau pak (DH) bukan wartawan yang tidak jelas tapi tidak sebagai anggota JPKP lagi,"sebut dia.
Berselang waktu, Kepala Puskesmas Kecamatan Tambang (SAS) meminta maaf atas hal yang dianggap salah pengertian. Dirinya mendatangi (DH) di salah satu tempat di Pekanbaru.
"Saya atas nama pribadi meminta maaf dan sekaligus meluruskan hal yang salah terkait ucapan yang saya sampaikan," Sebutnya, Selasa (22/8/2023) di Pekanbaru.
Sedangkan (DH) dalam pernyataannya, untuk masalah ucapan wartawan "gak jelas" dirinya telah memaafkan, namun terkait profesi (DH) berkeberatan.
"Terkait dengan masalah penjelasan (SAS) yang mengatakan Wartawan NKRI post.co "Tidak jelas" di depan rekan-rekan wartawan, secara pribadi saya maafkan, namun secara profesi saya sangat merasa keberatan," Pungkasnya.


Komentar Via Facebook :