Kadis Pariwisata Kuansing Akan Panggil Oknum Pembuat Konten Tiktok di Air Terjun Sungai Kandi

Kadis Pariwisata Kuansing Akan Panggil Oknum Pembuat Konten Tiktok di Air Terjun Sungai Kandi

Hasil screenshot video pencari emas di Air Terjun Sungai Kandi

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Beredar sebuah video yang memicu terjadinya kerusakan destinasi wisata alam Air terjun Sungai Kandi, yang berada di Desa Sungai Kelelawar, kecamatan Hulu kuantan kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Dalam Video yang berdurasi 2 menit 50 detik itu terlihat dua orang pria yang diduga melakukan pencarian emas secara manual di sekitar areal Air Terjun Sungai Kandi yang merupakan air terjun kebanggaan masyarakat Kuansing.

Video tersebut sudah beredar luas di media sosial, seperti di akun Tiktok atas nama @nopelindo_putra_perkasa, IG Pokdarwis Sungai Kelelawar, dan di sejumlah WhatsApp Grup (WAG) seperti WAG Info A1 Kuansing, dan Sekitar Kuansing, Minggu (11/6/2023), Siang.

" Telah terjadi kerusakan lokasi Air Terjun Sungai Kandi Desa Sungai Kelelawar kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

konten kreator tiktok atas nama @nopelindo_putra_perkasa telah membuat konten tanpa izin dengan merusak tebing sekitar air terjun.

Sebagai salah satu destinasi wisata air terjun di Kabupaten Kuantan Singingi selayaknya harus dijaga bersama, kami mohon dukungan saudara saudari kami dan kepada @pariwisata.kuansing," tulis akun IG Pokdarwis Sungai Kandi.

Mendapat laporan tersebut, Kepala dinas pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi, Azhar, mengaku akan menindaklanjuti laporan tersebut. Bahkan pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan Pokdarwis Sungai Kandi terkait informasi tersebut.

" Tadi sudah disampaikan ke kawan-kawan Pokdarwis di Desa Sungai Kelelawar, dan mereka langsung turun mengamankan Lokasi objek wisata air terjun, serta mencari identitas pelaku untuk dipanggil ke Kantor Disbudpar untuk diberikan pembinaan dan pemahaman," kata Azhar.

Azhar menambhakan, semestinya pembuat konten harus memikirkan dampak dari konten yang dia lemparkan ke masyarakat.

" Dari konten tersebut seolah-olah memberitahukan bahwa disana banyak emas dan itu akan memancing orang lain untuk berbuat yang sama dan dampaknya akan merusak lokasi wisata yg kita banggakan," pungkas Azhar.

Berdedarnya konten tersebut menuai kontroversi

Kendati hanya bertujuan untuk membuat sebuah konten, namun video tersebut terkesan tidak baik, apalagi akan ditonton oleh ribuan bahkan jutaan orang. Secara tidak langsung telah mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama, atau memberikan contoh yang tidak baik dalam menjaga keindahan alam sekitar Air Terjun Sungai Kandi.

Sebab, masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempromosikan destinasi wisata. Bukan dengan cara seperti itu, dan diyakini Kadis pariwisata dan kebudayaan Kuansing sudah memikirkan bagaimana supaya destinasi wisata di Kuansing dikenal banyak orang.

 

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :