Ternyata Segini Total Anggaran Festival Perahu Baganduang 2023, Masyarakat Kuansing Wajib Tahu!

Ternyata Segini Total Anggaran Festival Perahu Baganduang 2023, Masyarakat Kuansing Wajib Tahu!

KUANTAN SINGINGI - Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau akan menggelontorkan Rp.100.000.000,- (Seratus juta rupiah), APBD Kuansing untuk Festival Perahu Baganduang Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik.

Angka seratus juta rupiah tersebut dianggarkan sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh Pemerintah daerah melalui dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kuansing, tahun 2022 yang lalu.

"Total anggaran tahun ini sesuai dengan janji Pemda tahun lalu sebesar 100 juta. Disitu sudah termasuk biaya makan minum, sewa tenda, rumah singgah manjopuik limau, biaya penari, baliho dan biaya sewa jalur.

Satu buah Jalur dianggarkan biaya sewanya Rp.1.300.000 (satu juta tiga ratus ribu rupiah), Kalau satu Perahu Baganduang itu memakai 2 atau 3 buah Jalur, maka tinggal menjumlahkan saja," Kata Azhar.

Kepala dinas pariwisata itu menjelaskan, festival Perahu Baganduang yang biasanya diselenggarakan pada hari ke-empat raya Idul Fitri, tahun ini dijadwalkan setelah Puasa enam hari, tepatnya pada tanggal 29 April 2023, di Tepian Muko Lobuah Desa Banjar Padang.

Perubahan itu kata Azhar, karena masyarakat luar Kuansing yang ingin menyaksikan Perahu Baganduang, tidak bisa hadir disebabkan masih dalam suasana Lebaran bersama keluarga,  sementara kita berharap Perahu Baganduang ini dapat disaksikan oleh semua orang.

Atas dasar pemikiran tersebut, Pemda mencoba menggeser jadwal pelaksanaan Perahu Baganduang setelah puasa enam hari, dengan harapan orang luar Kuansing bisa hadir seperti Kadis Kebudayaan dan Kadis Pariwisata se-Provinsi Riau.

Selain perubahan jadwal pelaksanaan, lebih lanjut Azhar juga memaparkan bagaimana tata cara pelaksanaannya festival Perahu Baganduang Lubuk Jambi tahun ini. Sebab, tata cara pelaksanaannya juga akan dirubah untuk disempurnakan dari tahun-tahun sebelumnya.

" Tahun lalu pelaksanaannya kan langsung dihilirkan dari hulu ke hilir tanpa adanya peragaan tradisi "manjopuik limau". Nah, tahun ini akan kita kembalikan kepada asal mulanya pelaksanaan tradisi manjopuik limau tersebut, maka kita akan laksanakan seperti itu. Nanti kita siapkan rumah singgah tempat Bujang Gadi manjopuik limau," pungkas Azhar.

Sementara itu, Plt. Bupati Suhardiman Amby, menilai bahwa acara Perahu Baganduang menampilkan kearifan lokalnya, keaslian masa lalunya, walaupun sudah dikemas dengan berbagai kegiatan-kegiatan lain.

Bahkan, ia pernah berjanji akan menampilkan semua kegiatan kebudayaan yang bersifat lokal yang dianggap sebagai pintu masuk pariwisata. Karena menurut Datuk Panglimo Dalam, kebudayaan daerah Kuansing merupakan kebudayaan yang berbudaya.

Selain itu, Suhardiman Amby juga berpesan kepada panitia untuk lebih mempersiapkan konsepnya, agar kebudayaan yang kita tampilkan betul-betul original, kemudian menyiapkan kebutuhan-kebutuhan masyarakat seperti oleh-oleh pulangnya, mungkin ada nanti semacam batik, makanan khas lokal seperti Lomang, dan lain sebagainya.

Masih ada yang belum tahu apa itu Perahu Baganduang ?

Perahu Baganduang merupakan kendaraan adat yang digunakan untuk Menjemput limau, Mengangkut hasil panen, dan upacara-upacara Adat, serta menjadi simbol Adat Kuantan Singingi.

Tradisi Perahu baganduang yang dilaksanakan oleh masyarakat adat Lubuk Jambi Gajah Tunggal, sampai saat ini masih dilestarikan karena mengandung nilai-nilai etika, budaya, moral, dan simbol-simbol bermakna.

Perahu baganduang merupakan Kendaraan tradisional yang dulunya jalur transportasi melalui sungai. Kendaraan tradisional ini dibuat sebagai wujud kegembiraan masyarakat adat seperti pada hari raya Idul Fitri, Mengunjungi Pemangku Adat, kemudian apabila Panen berhasil maka dijemput dengan menggunakan Perahu Baganduang ini.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :