Optimalkan Pelayanan Insan Inovator Kesehatan, Pemkab Kuansing Launching Aplikasi AKU-SIGAP

Optimalkan Pelayanan Insan Inovator Kesehatan, Pemkab Kuansing Launching Aplikasi AKU-SIGAP

RANAHRIAU.COM - Belum genap dua tahun, Jafrinaldi - panggilan Ijep - Sebagai Pelaksana tugas (Plt) di Dinas Kesehatan (Diskes), kini Kabupaten Kuantan Singingi - Telukkuantan yang berjuluk Kota Jalur ini sudah melaunching Aplikasi Kuansing, Santun Inovatif Siaga Pelayanan Prima (AKU - SIGAP).

Aplikasi AKU-SIGAP merupakan Aplikasi tranformasi digital kesehatan bagi Insan Inovator Kesehatan pasca Pandemi Covid-19. Ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat

Ini sebuah monumen pengabdian untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari insan inovator kesehatan yang terus berlomba melahirkan karya-karya di Kabupaten yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan tradisi.

MENGUNJUNGI Pendopo Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Senin, (03/10) - tempat launching Aplikasi AKU-SIGAP, di Kelurahan Sungai Jering, tak ubahnya datang ke ruang medis yang steril.

Selanjutnya, acara dimulai. Di dalam ruangan Pendopo Rumdis yang megah, terlihat jelas kebersihan terjaga. Semua itu tentu memberikan kenyamanan tamu yang hadir.

Jafrinaldi, dengan mengenakan kostum batik Kuansing berwarna gelap, tampak memaparkan bagaimana tujuan dari Aplikasi AKU-SIGAP ini dilaunching.

Ya, tujuan AKU-SIGAP ini menurutnya tentu untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan medis secara terpadu di seluruh Rumah Sakit dan Puskemas.

Pada acara peluncuran aplikasi AKU-SIGAP, Jafrinaldi tampak segar. Dia memaparkan dihadapan Forkopimda, dan sejumlah wartawan yang tengah duduk, di kursi tamu yang sudah disediakan bagaimana aplikasi AKU-SIGAP ini dilaunching.

Bagi Jafrinaldi, disiplin Insan inovator kesehatan perlu dijaga, karena menjadi pelayan kesehatan bukan profesi yang gampangan. Sebab, Kuansing sudah meluncurkan aplikasi AKU-SIGAP guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis sistem tata kelola Badan Layanan Unit Daerah (BLUD) pada 25 Puskesmas

Perencanaan awal pada 2018 hanya menargetkan BLUD 5 UPTD Puskesmas. Saat ini sudah diterapkan menyeluruh dengan menjadikan status BLUD untuk 25 unit UPTD Puskesmas

"Ritme kerja sudah harus ditingkatkan," pungkasnya, lantas tersenyum.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :