Diduga Kebal Hukum, AG Lancar Lakukan Aksi Penyelundupan Rokok Tanpa Beacukai dan Miras

Diduga Kebal Hukum, AG Lancar Lakukan Aksi Penyelundupan Rokok Tanpa Beacukai dan Miras

MERANTI, RANAHRIAU.COM - AG alias RC diduga pemain lama yang diduga kebal hukum. Sebab, ia lancar melakukan penyelundupan rokok ilegal (tanpa beacukai), dan minuman beralkohol di ruko miliknya yang berada dijalan Pelantar, Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Dalam menjual berbagai bahan Sembako, pria tersebut aksinya kini kian tersebar luas di masyarakat khususnya warga Tanjung Samak.

Narasumber ranahriau.com yang dapat dipercaya dan tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa, tidak ada masyarakat Tanjung Samak yang tidak kenal dengan AG alias RC. selain mempunyai usaha ia juga diduga tidak tersentuh hukum.

"Siapa yang tak kenal dia (AG alias RC- red) khusus warga Tanjung Samak, sudah tidak asing lagi dengan nama dia, karna selain pengusaha yang terkenal disini usahanya tersebut tak tersentuh hukum dalam lakukan penyelundupan," Imbuhnya

"masyarakat disini sudah biasa membeli rokok tanpa beacukai ke AG. Sepertinya tak ada merasa was-was. Selain merasa aman, masyarakat tidak ragu-ragu membeli rokok maupun minuman beralkohol ditempatnya," ulasannya

Berdasarkan hasil investigasi ranahriau.com, ke kediaman AG yang berjarak sekitar 200meter dari pelabuhan Tanjung Samak, Ating mengaku ia yang menjual rokok tanpa beacukai.

"Ya benar saya menjual rokok tanpa bandrol, rokok yang saya jual bermerek HD mild dan Oppomild." Akuh AG Senin, 19 september 2022.

AG juga menunjukan kepada awak media berupa barang bukti berupa rokok HD Mild dan Ofo Mild yang belum ia jual. AG menepis bahwa ia memesan rokok tersebut dari Batam melainkan hanya dari Tanjung Balai dan Selatpanjang.

"Biasanya saya memesan rokok ini dari Tanjung balai dan Selatpanjang, tak ada namanya saya memesan dari batam, Rokok ini saya pesan hanya melalui via telpon saja. Mengenai tempat tinggal sipenjual saya tidak tahu pasti," ujar AG

"Rokok ini saya beli dari seseorang berinisial AK yang berada di Selatpanjang serta berinisial A dari Tanjung Balai Karimun. Kapal yang digunakan untuk mengirim rokok ini, dulu saya mengunakan kapal Speedboat Batamjet. dikarenakan mahalnya tarif pengiriman bisa mencapai Rp.30.000/selop. Jadi, sekarang berpindah pengiriman mengunakan kapal kayu saja tarifnya hanya Rp.5.000/selop," tutur AG

"Dulu pernah Beacukai datang disini Razia. Seingat saya hanya sekali saja hingga sampai saat sekarang. Ketika dilakukan razia saya berhenti kurun waktu 2 bulan dan melanjutkan lagi berjualan seperti biasanya. Lambat laun saya melanjutkan lagi jualan rokok tanpa bandrol ini. "Terang AG seolah biasa saja tanpa rasa takut.

Dirinya berdalih soal banyaknya Rokok yang ia pesan tanpa beacukai Ating menyebut hanya memesan sedikit dan tidak banyak. "Saya memesan sedikit saja tidak banyak. Biasanya saya pesan hanya 30 slop saja tak dapat saya hitungkan berapa jumlah dalam satu bulan penjualan semisal habis, biasanya saya memesan lagi," akunya lagi.

Terkait minuman bealkohol, AG menyebut hanya menjual Merek Anggur Merah dan Carlsbeg saja. "Saya tak banyak menjual minuman hanya Anggur Merah sama Carlsbeg saja itupun tidak banyak saya pesan hanya beberapa saja. Tak bisa saya hitungkan berapa jumlah minuman tersebut," tukas AG

Kapolsek Rangsang Iptu AGD Simamora, SH.MH saat dikonfirmasi awak media berjanji akan menindaklanjuti dan segera kerahkan personel kelapangan.

"Terkait informasi ini, penyelundupan Rokok tersebut kami akan segera menindaklanjuti dan kerahkan personel anggota ke lokasi," ujar Kapolsek AGD Simamora, menandaskan.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :