Kajari Kuansing Terkesan Mengulur-ulur Waktu Dalam Proses Penyidikan Kasus Tiga Pilar

Kajari Kuansing Terkesan Mengulur-ulur Waktu Dalam Proses Penyidikan Kasus Tiga Pilar

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Proses Penyidikan kasus dugaan korupsi Mega Proyek Tiga Pilar (Hotel Kuansing), di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing) dinilai lamban. Sebab, hingga kini proses penyidikan tersebut tak kunjung rampung.

Lambannya proses penyidikan kasus Tiga Pilar (Hotel Kuansing) tersebut akan menyebabkan lunturnya kepercayaan masyarakat terhadap insan Adhiyaksa dalam menangani perkara korupsi.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing, Nurhadi Puspandoyo, S.H., M.H., Selasa, 19 April 2022 di kantornya Menjelaskan, Penyidikan ini intinya untuk menemukan tersangka.

"Penyidikan ini intinya untuk menemukan tersangka. Setelah tersangkanya ketemu baru kita tetapkan. Setelah kita tetapkan lalu dipanggil, kemudian diperiksa sebagai tersangka," jelas Nurhadi

Saat itu Nurhadi mengatakan, sebanyak 65 saksi telah diperiksa untuk dimintai keterangan namun, pihaknya masih menunggu hasil audit dari Ahli Penghitungan Kerugian Negara (PKN).

"Kita sudah memeriksa saksi-saksi, dan saat ini kita masih menunggu hasil audit dari ahli Penghitungan Kerugian Negara," ujar Nurhadi Puspandoyo, bulan April yang lalu.

"Saat ini ada satu ahli. Ya, tergantung perkembangan penyidikan lah. Kalau misalnya kita butuh ahli lain dalam penyidikan, ya kita cari yang lain. Nanti kan ada laporan dari penyidik dimana kurangnya," ulas Nurhadi

Lebih lanjut, Nurhadi kembali menegaskan bahwa semua kasus peninggalan Kajari sebelumnya (Hadiman, SH., MH.) akan segera Ia tuntaskan.

"Semua kasus peninggalan pak Hadiman, akan segera kita tuntaskan. Nanti kita akan sampaikan siapa yang paling bertanggungjawab atas kasus Hotel Kuansing ini. Saya tidak mau terburu-buru," ujar Nurhadi menandaskan

Dengan berjalannya waktu, Kejari Kuansing, akhirnya mengalihkan Tim Auditor PKN dari Universitas Tadolako (Untad) Palu, kepada Inspektorat Kuansing, untuk mengaudit  kerugian dalam kasus Mega proyek Tiga Pilar.

Sebelumnya Tim Auditor Untad, diminta pihak kejaksaan untuk mengaudit bangunan Hotel Kuansing, yang dibangun sejak tahun 2014 hingga kini masih terbengkalai.

Status kasus tiga pilar khusus Hotel Kuansing, sebetulnya sudah naik dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan sejak Kajari Kuansing dijabat oleh Hadiman, SH., MH.

Mengenai Pengalihan tim auditor kepada inspektorat, kata Kajari Nurhadi Puspandoyo, dilakukan karena tidak adanya perkembangan penghitungan kerugian negara dari tim audit yang lama yakni auditor Untad, Palu.

Bahkan, pengalihan tim auditor ini kata dia, pihaknya telah menyurati tim auditor yang lama untuk pembatalan, namun tak direspon. 

"Sudah saya Surati, tak ada respon," tutup Nurhadi Puspandoyo.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Muhammad Ansar, SE., M.SA., AK., CA., CSRS., CSRA., selaku PKN tim auditor yang lama ketika dikonfirmasi ranahriau.com mengaku belum mengetahui pengalihan tim auditor tersebut, bahkan ia mengaku belum menerima surat pembatalan.

"Belum. Saya baru ketahui info dimaksud. Saya pribadi belum menerima surat pembatalan. Meskipun begitu, insyaallah besok saya coba tanyakan ke pihak rektorat Univ. Tadulako mengenai surat dimaksud, karena awalnya permintaan Ahli ditujukan ke Rektor Univ. Tadulako," kata Ansar

Menurut Ansar, progres suatu audit atau pemeriksaan investigatif, sangat dipengaruhi oleh suplai data atau dokumen, serta adanya komunikasi dan koordinasi yang intens dengan pihak yang meminta bantuan ahli, dalam hal ini adalah pihak Kejari atau tim penyidik dengan Ahli PKN dari Untad.

"kami tidak pernah lagi dihubungi oleh pihak Kejari Kuansing, pasca kami melakukan pengamatan fisik atas bangunan Hotel dan koordinasi pada awal Maret 2022," ucap Ansar.

Mengenai pihak Kejari Kuansing dalam mengalihkan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara/Daerah ke pihak lain yang sebelumnya dimintakan ke pihak Universitas Tadulako, menurut Ansar, tidak masalah karena hal itu adalah hak Kejari.

"Tidak masalah, itu hak Kejari. Kami hanya sebatas membantu pihak Penyidik, tapi secara etika, sebaiknya pihak yang meminta dalam hal ini adalah Kejari Kuansing bersurat ke instansi Ahli PKN perihal pembatalan PKN," pungkas Ansar.

Hari ini, Kajari Kuansing Nurhadi Puspandoyo kembali dikonfirmasi ranahriau.com via WhatsApp terkait sampai dimana perkembangan penyidikan kasus Tiga Pilar Hotel Kuansing. Tenyata, tim auditor Penghitungan Kerugian Negara PKN saat ini adalah inspektorat provinsi Riau.

"Kasus hotel ini penyidik masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara oleh inspektorat propinsi Riau, karena sebelumnya auditor inspektorat kabupaten Kuansing tidak sanggup menghitung," kata Nurhadi Puspandoyo melalui keterangan tertulisnya kepada ranahriau.com Ahad (28/8/2022) siang.

"Untuk penetapan tersangka, tentunya setelah menganalisa alat alat bukti nanti penyidik akan menetapkan tersangkanya. Proses audit nanti saya akan menanyakan perkembangannya, harapan saya tidak terlalu lama," pungkas Nurhadi.

Menyikapi proses penyidikan kasus Tiga Pilar yang dilakukan oleh Kejari Kuansing, Praktisi hukum Kuansing Zubirman SH angkat bicara. Karena menurut Zubirman, Penggantian Tim auditor oleh Kajari Nurhadi itu terkesan lamban dan mengulur-ulur waktu.

"Kajari Nurhadi mengulur-ulur waktu. Karena auditor dari Untad Palu tinggal mereka hubungi jika ada kendala dan hambatan misalnya waktu segera mereka diskusikan bukan dibatalkan," ujar Zubirman

"Kejari Kuansing sepertinya begitu kesulitan untuk menuntaskan kasus Tiga Pilar Kuansing. Kita minta keseriusan pihak kejaksaan untuk menuntaskan kasus mega proyek Tiga Pilar, dan segera menetapkan tersangkanya," pungkas Zubirman.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :