Selepas Magrib, Suara Penonton Kembali Menggema di Tepian Narosa Teluk Kuantan
KUANSING, RANAHRIAU.COM - Penuh sesak. Suara penonton kembali menggema saat menyaksikan partai final Pacu Jalur Tradisional di Tepian Narosa Teluk Kuantan, Kamis (25/8/2022) malam, Selepas Shalat Magrib.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Partai final tahun ini berlangsung selepas shalat magrib, tanpa komentator yang biasa dikenal dengan ciri khas nya setipis kulit bawang, yakni Dt. Darwis bersama rekannya Ordenianto.
Untuk diketahui, dari awal Komentator Dt. Darwis telah berulangkali menyampaikan bahwa ia bersama rekannya Ordenianto dimana pun event Pacu Jalur tetap membatasi waktu penyiaran dengan batas waktu hingga pukul 18.00 wib, bukan sampai dengan selepas magrib.
Kendatipun demikian, Sorak-sorai penonton pun tetap menggema di langit Teluk Kuantan tanpa komentator. Sebab, Jalur-jalur yang berpacu di babak final ini merupakan Jalur-jalur unggulan yang dimiliki oleh dua kabupaten, yakni Kuantan Singingi (Kuansing) dan Indragiri Hulu (INHU) yang akan saling mempertahankan kejayaan.
Dari hasil undian pacu jalur putaran final segitiga tahun 2022 ini, tercatat sebanyak tiga buah jalur yang telah berlaga di final segitiga, untuk menentukan peringkat juara dari 1,2 dan 3.
Ketiga Jalur tersebut, Yakni;
1. Toduang Biso Rimbo Piako Walikota Pekanbaru (Pebaun Hilir/KUANSING)
2. Tuah Keramat Bukit Embun CV Cucu Mutia Bersaudara (Gumanti/INHU)
3. Tuah Keramat Sialang Soko Bhayangkara Polsek Peranap, (Setako Raya/INHU)
Dari ketiga Jalur yang berlaga di final ini, berdasarkan keputusan dewan hakim, bahwa Jalur Tuah Keramat Sialang Soko Bhayangkara Polsek Peranap, dari Setako Raya/Inhu keluar sebagai juara.
Tuah Keramat Sialang Soko berhasil bertengger di posisi teratas setelah berhasil mengalahkan jalur Toduang Biso Rimbo Piako Walikota Pekanbaru, asal Desa Pebaun Hilir Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi.
Padahal, sebelum berhadapan dengan jalur sang juara Tuah Keramat Sialang Soko tersebut, Jalur Toduang Biso Rimbo Piako telah menguras tenaga dan berpacu habis-habisan hingga berhasil menghentikan langkah Tuah Keramat Bukit Embun CV Cucu Mutia Bersaudara untuk meraih posisi puncak.
Berikut Nama-nama Jalur yang Melaju ke Hari Final, Putaran Pertama Sekaligus Daftar Peringkatnya
1. Tuah Keramat Sialang Soko Bhayangkara Polsek Peranap, (Setako Raya/INHU)
2. Toduang Biso Rimbo Piako Walikota Pekanbaru (Pebaun Hilir/Kuantan Mudik)
3. Tuah Keramat Bukit Embun CV Cucu Mutia Bersaudara (Gumanti/INHU)
4. Siposan Rimbo Ketua DPRD Kuansing (Paruh Angit/Pangean)
5. Langkah Siluman Buayo Danau PMRJ Wakapolri (Sitorajo Kari/KT)
6. Tunas Muda KONI Kuansing (Kuansing)
7. Singa Kuantan Sensus Pertanian 2023 (Sungai Pinang/HK)
8. Rajo Bujang RAPP Djoeragan NET (Pdg. Tanggung/PGN)
9. Bintang Emas Cahaya Intan Pemuda Batak Kuansing (Tanjung/HK)
10. Putra Sulung Indragiri Kodim 0302 RPM Irma Bunda (Alang Kepayang/INHU)
11. Singa Ngarai RAPP Djoeragan NET (Pl. Kalimanting/Benai)
12. Ratu Sialang FKE Fisheri Natuna CIA Indonesia (Bukit Kauman/KM)
Berdasarkan pantauan ranahriau.com melihat peta kekuatan ke-12 Jalur yang berpacu diputaran pertama hari terakhir ini cukup berimbang. Keberhasilan menundukkan haluan lawan akan ditentukan oleh kondisi prima para pemacu, dan dukungan dari suporter. Sebab, sorak sorai penonton dalam memberi dukungan akan menambah semangat pemacu untuk berlaga.
Dukungan dari jalur-jalur Indragiri Hulu yang membawa jalur mereka puluhan kilometer ke Teluk Kuantan perlu diapresiasi. Karena mereka telah turut serta dan berpartisipasi membesarkan budaya akbar masyarakat Kuansing ini.
Sementara Untuk Peringkat 13 Sampai Dengan Peringkat 15 yang Kalah Dihari ke-4
13. Meriam Keramat Ghaje Bujang IKKS Kuansing (Redang/INHU)
14. Sijontiak Lawuik Pulau Tanamo Putra Mandiri Group (Pl. Jambu/Cerenti)
15. Kemilau Jingga Batang Kuantan Barata AAU 2008 (Sawah/KT)
Sementara itu Sekretaris Daerah Dedi Sambudi S.Kep, SKm, M.Kes selaku ketua umum Pacu Jalur Kuansing 2022, dalam berbagai kesempatan selalu meminta agar semua elemen tetap menjaga sportifitas. Karena pacu jalur dapat besar dengan tetap menjaga sportifitas.
"Mari Kita jaga persatuan dan kesatuan sebagai salah satu tujuan digelarnya pacu jalur, dan juga sebagai tontonan yang menarik bagi Kita semua," pungkasnya.


Komentar Via Facebook :