Pak DR Ongah, Sebaris Catatan untuk Tabrani Rab

Pak DR Ongah, Sebaris Catatan untuk Tabrani Rab

Sumber foto: Riau Pos

RANAHRIAU.COM- "Ongah" panggilan ini yang kerap di lekatkan kepada sosok tokoh Riau DR,. Tabrani Rab. Beliau baru saja wafat setelah dikabarkan sakit dalam beberapa waktu sebelumnya. Pertama kali saya mengenal beliau adalah di tahun 92 ke atas. Kala itu saya baru merantau ke Pekanbaru dan baru saja mulai gemar menulis. Sehingga beberapa kali tulisan saya masuk dalam rubrik OPINI di Riau Pos. Persentuhan saya dengan Pak Dr. Tabrani Rab kala itu bukan secara fisik.

Beberapa kali dan boleh di bilang sering tulisan saya bergandeng ketika terbit dengan tulisan Pak Tab. Ketika itu harian Riau Pos memang menerbitkan 2 tulisan opini setiap hari dan kadang-kadang 3 opini. Ketika 3 opini biasanya pada kolom paling bawah di isi oleh tulisan mahasiswa.

Alhamdulillahnya, tulisan saya lebih sering diposisikan di kolom opini umum, dan jika ada tulisan Pak Tab ini, maka dipastikan tulisan saya dibagian bawah. Disamping itu kalau saya tidak salah ingat, Pak Tabrani juga mengisi satu rubrik khusus dengan gaya tulisan yang sangat santai dan seperti bertutur. Sayang sekali saya lupa nama rubriknya. Kalau tidak salah Rubrik Teroka atau Ciloteh. Pastinya saya sudah lupa.

Apa yang membekas bagi saya tentang tulisan Pak Tab?, disamping gaya tulisan, content atau isi tulisan beliau selalu berisi kritik tanpa basa basi. Isu yang paling mengemuka ketika itu adalah ketidakadilan pembagian hasil bumi utama nya migas.

Menurut saya, Pak Tabrani adalah salah satu yang paling vokal dalam menyuarakan suara hati masyarakat Riau. Saking vokalnya, suara ini pada akhirnya terdengar sampai ke pusat. Ini suatu prestasi yang luar biasa kala itu, karena kebebasan bersuara masih belum lazim waktu itu.

Pada puncaknya Pak Tab menyuarakan suatu gagasan Riau Merdeka dan bahkan sampai kepada sebuah bentuk semacam "proklamasi" nya Riau. Upaya ini kemudian sepertinya mendapat "cubitan" dari Pemerintah Pusat. 

Semenjak itu, seingat saya Pak Tab mulai berkurang vokalnya. Saya tidak mengerti masalahnya apa. Tetapi sejak itu pulah Riau kehilangan seorang "vocalist". Semenjak Pak Tab tidak lagi muncul, maka Riau benar-benar menjadi good boy, menerima segala keputusan yang diberikan pusat. Riau tidak lagi pernah bersuara. Semua komponen masyarakat lebih memilih diam. Berita dimedia nasional yang muncul dalam 5 atau bahkan 10 tahun terakhir ini, tidak ada lagi berita tentang prestasi atau berita "perlawanan". Hampir semua berita yang released dimedia adalah berita tentang bencana, korupsi dan bahkan berita tentang pencabulan. 

Karena itu, mendengar kabar Pak Dr Tab meninggal dunia, sebenarnya saya tidak terlalu bersedih atau berduka. Karena di dalam hati saya, saya sudah berduka sejak lama, sejak Pak Dr Tab tidak lagi bersuara dan Riau tidak memiliki sosok pengganti - yang jangankan sekaliber, mirip saja tidak. Selamat jalan Pak Dr. Tab. Semoga niat baikmu tentang Riau menjadi bagian dari amal ibadahnya.

Penulis: Yunizel Bach, Probolinggo 15 Agustus 2022. 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :