Intsiawati Ayus Berikan Pemahaman 4 Pilar Kepada Pemuda Khatolik

Intsiawati Ayus Berikan Pemahaman 4 Pilar Kepada Pemuda Khatolik

PEKANBARU, RanahRiau.com - Anggota DPD/MPR RI asal Riau Intsiawati Ayus kembali mengadakan Sosialisasi 4 Pilar. Kali ini ia memberikannya kepada Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Indonesia (PMK) Kota Pekanbaru, Kamis (22/12/16) di ruang pertemuan Gereja Santa Maria Pekanbaru.

Turut hadir sebagai narasumber yakni Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau, Nurhamin.

Dalam materinya, Nurhamin menjelaskan kondisi nasional kebangsaan terkini. Dimana 4 Pilar merupakan unsur yang penting bagi pembangunan mental.

Muhammad Riza, selaku Kepala Biro Persidangan dan Sosialisasi MPR RI, juga menjadi pembicara di acara yang dijadwalkan mulai pukul 09:00 - 12:00 WIB tersebut.

"Kita negara yang punya rasa persaudaraan yang kuat. Tidak mudah terpecahkan. Begitu banyak isu yang menggoyang kesatuan kita." Katanya.

Para peserta juga dibekali buku materi Sosialisasi 4 Pilar yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, langsung diberikan oleh Wasesjen MPR RI, Selfi Zaini, pada kesempatan tersebut.

Sesi dialog tanya jawab menjadi salah satu kesempatan yang ditunggu-tunggu peserta.

"Kami umat Khatolik sedikit ada kerancuan dalam penyebutan satu kalimat di alinea ke tiga pembukaan UUD 1945. Hal ini menjadi pembahasan bagi kami. Karena dosen kami melarang untuk menyebut dengan sebutan Allah versi Kristiani. Bagaiman ibu dan bapak narasumber menanggapi ini," tanya dia.

Intsiawati Ayus dengan tegas menyatakan, bahwa tidak ada satu orang yang melarang warga Negara Indonesia untuk membaca isi dari UUD 1945.

"Bila ada yang melarang, laporkan saja. Minimal ke saya lapornya. Karena UUD 1945 merupakan salah satu dari 4 Pilar. Yang seharusnya diketahui dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang melarang-larang itu harus segera diingatkan," kata dia jelas.

Acarapun ditutup dengan foto bersama para narasumber, peserta dan Romo Hary Rau dari Gereja Khatolik Santa Maria Pekanbaru. (Rls)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :