Kabupaten Bengkalis Canangkan Sapi Wajib Bunting

Kabupaten Bengkalis Canangkan Sapi Wajib Bunting

BENGKALIS, RanahRiau.com - Kabupaten Bengkalis mencanangkan Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab). Langkah ini untuk mengakselerasi pencapaian target pemenuhan sapi potong dalam negeri atau nasional. Dan sebagai komitmen pemerintah untuk mengejar swasembada sapi yang ditargetkan tercapai pada tahun 2026 mendatang. 

Pencanangan Upsus Siwab ini secara simbolis digelar di Desa Sungai Selari, Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis ditandai dengan pemasangan pin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bengkalis Heri Indra Putra kepada kelompok tani, Ahad (18/12/16) kemarin. 

Dalam upaya pemenuhan populasi sapi potong tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis meluncurkan dua kegiatan utama, yakni Program Upsus Siwab melalui Inseminasi (Bunting) Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (INKA). 

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau Askardiya R Patrionov turut hadir dalam pencanangan ini mengatakan, langkah tersebut merupakan aspek terpenting dalam memaksimalkan potensi sapi indukan di dalam negeri yaitu untuk dapat terus menghasilkan pedet (anak sapi) serta perbaikan genetik dan kualitas sapi yang lebih baik dari sebelumnya. Dan juga mewujudkan kemandirian ternak serta menargetkan ekspor. Meningkatkan kesejahteraan petani serta menurunkan angka kemiskinan. 

"Itulah target pemerintah," ungkapnya.

Sementara itu Asisten Pembangunan Setda Bengkalis Heri Indra Putra mewakili bupati menyampaikan, program tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang upaya khusus percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau bunting yang ditandatangani Menteri Pertanian pada 3 Oktober 2016 lalu. 

“Kegitan ini juga dimaksudkan untuk memaksimalkan potensi sapi induk di dalam negeri, agar dapat terus menghasilkan anak sapi,’’ ungkapnya. 

Heri meminta kepada petugas Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Bengkalis agar senantiasa melakukan komunikasi yang intensif dengan mementingkan sumber daya pakan ternak dan kesehatan hewan, agar kedepan dapat menjadi masyarakat peternak yang semakin sukses, maju dan sejahtera.



(Riauterkini.com)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :