Majelis Pendidikan Kader Muhammadiyah Riau
Buka Resmi Coaching Instruktur, Saidul Amin sebut Perkaderan sebagai Jantung Persyarikatan
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Ketua Muhammadiyah Riau, DR. Saidul Amin, MA Resmi membuka acara Coaching Instructur yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau yang diselenggarakan di Aula Wisma Jalur Pekanbaru, Kamis (21/07/2022).
Dalam kegiatan yang bertemakan "Peningkatan Kapasitas Instruktur Menuju Kader yang Berintegritas" ini, DR. H. Saidul Amin menyambut gembira dan atusias dengan kegiatan ini, ''Mewakili Pimpinan Muhammadiyah Riau saya menyambut gembira acara pada hari ini, coach sudah termasuk kedalam tindakan praktis sekali, tidak hanya tataran teoritis, ini artinya dengan Pelatihan ini betul-betul memberikan pelatihan yang bersifat praktis sehingga akan menjadi kader inti di Muhammadiyah dimasa yang akan datang,'' ujarnya.
Lebih lanjut, Pria yang juga Rektor dari Universitas Muhammadiyah Riau ini menyebut perkaderan sebagai jantung persyarikatan, dan instruktur adalah darahnya, ''tanpa ada perkaderan tidak akan ada namanya instruktur,''sebutnya.
Saidul Amin juga berharap kedepannya UMRI harus menjadi sekolah kader, seperti arahan dari Dikti mengarusutamakan AIK di PTM, AIK mustahil bisa sempurna tanpa ada Majelis Kader, harus ada kordinasi. ''Amal usaha diharapkan sebagai sekolah kader, tempat pembinaan orang yang ingin menjadi Muhammadiyah, dengan adanya instruktur diharapkan bisa terjadi islamisasi dan Muhammadiyahisasi di Amal usaha'', ungkapnya.
Ketua Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Pusat Muhammadiyah, DR. H. Ari Anshori, M.Ag yang juga turut memberikan kata sambutannya menyampaikan 8 indeks kinerja utama, ''Jadi Muhammadiyah itu tantangannya sekarang berat berbeda dengan yang dulu, yang namanya orang Muhammadiyah itu adalah orang yang mengikut Nabi Muhammad SAW dalam segala aspek kehidupan, misalnya dalam ibadah Sholat, kader itu sholatnya 40 rakaat karena nabi tidak pernah meninggalkan qiyamul lail, selain itu juga kader Muhammadiyah harus respon dalam menjawab tantangan salahsatunya dengan menjadi Multi usahawan,'' ujarnya.


Komentar Via Facebook :