Tugu Bersejarah di Cerenti Dibongkar, Netizen : Merusak Fasilitas atau Aset Negara Adalah Pidana

Tugu Bersejarah di Cerenti Dibongkar, Netizen : Merusak Fasilitas atau Aset Negara Adalah Pidana

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Tugu bersejarah yang terletak tepat di depan Bank BRI Pasar Cerenti kabupaten Kuantan singingi (Kuansing) Riau, dirobohkan dengan alat berat excavator. Rabu (24/11/2021) Sore.

Informasi yang dirangkum ranahriau.com dari berbagai sumber bahwa Tugu yang disebut Tugu pejuang itu bakal diganti dengan Tugu yang baru. Karena, dinilai tidak sesuai dengan bentuk awal tugu itu dibangun.

"Tugu bersejarah tersebut akan diganti dengan yang baru, karena tidak sesuai dengan bentuk awal tugu itu dibangun, " ujar anggota DPRD Riau, Fraksi PAN, Mardianto manan yang saat itu berada di lokasi, kepada ranahriau.com Rabu (25/11/2021) via telfn seluler menjelaskan.

Menurut Mardianto Manan, Tugu tersebut dulunya berbentuk segitiga, yang sekarang bulat, sehingga tidak sesuai dengan bentuk pertama kali dibangun. Terangnya

Pembongkaran Tugu bersejarah tersebut katanya telah disepakati oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama yang ada di kecamatan Cerenti, bahkan para tokoh tersebut hadir ke lokasi pada saat dilakukan pembongkaran

Anggota DPRD Riau, Fraksi PAN itu juga menjelaskan, bahwa Tugu bersejarah itu akan dibangun dengan Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) perubahan provinsi riau tahun 2021.

"Alhamdulillah pembangunan tugu tersebut penganggaranya disetujui Gubernur Riau, Syamsuar, di APBD perubahan 2021. Insyallah pembangunan tugu tersebut rampung akhir tahun ini," pungkasnya

Namun siapa kira gegara pembongkaran tugu bersejarah tersebut, menimbulkan kontroversi. Sebagian warganet menyebut ikon kenangan yang bersejarah telah hilang.

"Hilang sejarah.. Hilang Marwah.." tulis komentar akun Randia Dn di kolom komentar unggahan eks DPRD Kuansing Syaifulah Aprianto

Netizen mulai berasumsi sendiri dan mengemukakan pendapat sehingga terjadi pro dan kontra. seperti unggahan Eks DPRD Kuansing Syaifulah Aprianto menuai berbagai macam komentar.

Syaifulah Aprianto eks DPRD Kuansing itu di media sosial akun facebook miliknya menuliskan bahwa "Pemerintahan itu ada aturan mainnya"

Mardianto Manan anggota DPRD Prov dengan camat Cerenti robohkan tugu perjuangan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah/ BUPATI, terlepas dari apapun tujuan baiknya kedepan.

Pemerintahan itu ada aturan mainnya, tidak bisa membuat kebijakan berdasarkan keinginan pribadi semata dengan mengatas namakan keinginan rakyat, mana tahu tugu yang telah berumur puluhan tahun tersebut ada nilai Sejarahnya.

#Merobohkan pembangunan pemerintah tidak berdasarkan aturan adalah perbuatan melanggar hukum...

"MAJULAH NEGERIKU" Tulis Syaifulah Aprianto

Meski begitu banyak warganet yang menilai bangunan lama yang dibongkar banyak menyimpan kenangan yang bersejarah. Beberapa di antaranya bahkan menyebut bangunan Tugu yang berada tepat di pasar Cerenti itu sudah melekat dengan masyarakat Cerenti.

"Pidana tu nga merusak Fasilitas atau Asset Negara" tulis komentar akun R Hasridon

"Sayang 1000 x sayang...apapun bentuknya...kalau Tugu itu punya nilai sejarah dirobohkan..walaupun ada rencana membangun yang lebih megah dan wah...😭😭" tulis komentar akun Freddie Yustian

"Kalau iko baru seru beritanya, kalau bangunan tugu ini di buat sebelum kuansing berdiri, ini termasuk aset pemerintah yang diserahkan kepada pemerintah daerah kuansing, setidaknya harus ada berita acara maksud dan tujuan serta ada tela'ah dulu, karna tugu itu pasti punya nama dan punya nilai sejarah," tulis komentar akun Afri Dt Rajolelo

"Sayang sekali.. Tugu yang sudah puluhan tahun berdiri di robohkan jadi hilang nilai Historisnya. Tapi, mungkin ada alasan yg lebih kuat untuk semua itu.. Kita hanya menduga duga dan berprasangka..😇🤔🤔"tulis komentar akun Darlis Baserah

Selanjutnya, Syaifulah Aprianto juga menuliskan bahwa membangun atau merobohkan bangunan aset Pemda itu nggak bisa seenak ndas kita wae. Sepertinya masih banyak pejabat kita yang buta aturan. Saya dapat memastikan beliau dan Camat tak mengerti aturan soal aset daerah. Tutupnya

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :