Kritisi kebijakan One Way
Selalu mangkir dan menghindar ketika ditemui, Ketua LM2R sebut Bupati Kepulauan Meranti pengecut
SELATPANJANG, RANAHRIAU.COM- Ketua umum Laskar Muda Melayu Riau (LM2R), Jefrizal menilai Bupati Kepulauan Meranti H Muhammad Adil sebagai pengecut karena tidak berani bertemu dengan massa dan terkesan menghindar untuk memberikan keterangan terkait kebijakannya menerapkan sistem One Way di Kota Selatpanjang. Hal ini disampaikannya kepada wartawan ranahriau.com, Selasa (16/11/2021).
Dikatakan Jefrizal, pihaknya sudah tiga kali melakukan aksi damai terkait kebijakan Bupati Kepulauan Meranti yang menerapkan sistem jalan arah yang dinilai belum ada urgensinya. Namun Bupati selalu mangkir dan terkesan menghindar. ‘’Hari ini memang kita tunggu Bupati selesai melakukan rapat bersama pejabat. Namun setelah rapat selesai, Bupati tidak berani turun dari lantai dua untuk menemui kami’’, ujarnya.
Terhadap kondisi itu, kepada media, Jefrizal mengecam Bupati terkait kebijakan One way yang menyusahkan masyarakat itu. "Kita sangat kecewa sekali kepada Bupati Kepulauan Meranti yang katanya siap menunggu kehadiran kita, siap mendengar aspirasi kita terkait one way. Namun ternyata bupati tidak mau menemui kita, dan ini yang membuat kita kecewa. Artinya terlihat betul bupati kita pengecut karena tidak mampu memberikan argumen dan statemen langsung berhadapan dengar pendapat padahal dia ada di kantor, dan tidak berani menemui kita’’, paparnya.
Oleh karena itu, sebagai bentuk kekecewaan, pihak L2MR tidak ingin melakukan audiensi bersama pejabat, dan tetap ngotot ingin melakukan audiensi dengan Bupati. "Sebagai bentuk rasa kekecewaan kita terhadap Bupati, untuk itu kami kutuk dan kami kecam langkah bupati dan kami tidak mau orang lain selain bupati yang memberi jawaban atas aspirasi yang kami sampaikan. Karena ini kebijakan murni dari otaknya Bupati, bukan otaknya Dinas Perhubungan dan bukan juga otaknya dari Satpol PP, dengan segala hormat kami tidak mau berselisih paham dengan selain Bupati. Kami mau dengan otak yang membuat kebijakan one way ini yakni bupati dan bupati langsung yang menyatakan kepada kami untuk membuktikan kepada masyarakat dia harus sportif dan tunjuk keberaniannya, namun kalau seperti ini kami kecam bupati Meranti hari ini pengecut dan seterusnya pengecut’’, tegasnya.
Dikatakan Jefrizal, bahwa yang menemui pihaknya tadi seperti Sekda, asisten dan Dinas Perhubungan hanyalah pembantu Bupati yang tidak bisa mengambil kebijakan terhadap audiensi yang dilakukan. "Untuk kita ketahui yang ada didalam ruangan rapat tadi hanya bawahannya saja, mereka tidak tau apa apa melainkan mikir jabatannya saja. Kita bukan siapa-siapa, namun ketika kita membela masyarakat hari ini jika kita bertengkar matipun kita mau tapi tidak dihadapi dengan orang pengecut seperti Bupati Kepulauan Meranti, yang meruntuhkan sendi keadilan untuk masyarakat" tegasnya.
Ketua L2MR itu juga menambahkan pihaknya sudah memasukkan surat audiensi beberapa kali, namun tidak digubris sama sekali. "Kita lihat pihak kepolisian sudah bersusah payah datang kekantor bupati, begitu juga dengan Satpol-PP untuk mengamankan dan memfollow up perkembangan gerakan kita. Tapi karena ini yang terjadi dengan langkah pengecutnya bupati kita pada hari ini dan ini juga bentuk ketimpangan bupati kita dalam keseriusannya membangun Kepulauan Meranti yang kita cintai," pungkasnya.


Komentar Via Facebook :