Pertumbuhan Jumlah Usaha Riau Lampaui Nasional

Pertumbuhan Jumlah Usaha Riau Lampaui Nasional

PEKANBARU, RanahRiau.com - Angka Sementara (Asem) pertumbuhan jumlah usaha di Riau berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 mencapai 44,07 persen dibandingkan sensus serupa 2006 silam. Meskipun angka sementara, jauh lebih tinggi dibandingkan peningkatan jumlah usaha secara nasional yang tercatat 17,6 persen dari Sensus Ekonom 2006 lalu yang jumlah usahanya di skala nasional tercatat ada 22,7 juta usaha. Sementara Sensus Ekonomi 2016 ini ada 26,7 juta usaha. 

"Ini masih angka sementara. Kalau sudah angka tetap, baru kelihatan jumlah nyatanya," ujar Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Joni Kasmuri. 

Saat ini, lanjutnya, BPS masih melakukan pengolahan data untuk mendapatkan angka tetap. Angka tetap di Riau diupayakan bisa rilis sebelum 2017. 

Pada Sensus Ekonomi 2016 mendapatkan jumlah usaha yang memiliki bangunan khusus tempat usaha mencapai 195 ribu. Jumlah ini seperti usaha yang menempati toko untuk berusaha. Sementara jumlah selain pada bangunan khusus tempat usaha ada 332 ribu. Selain pedagang kaki lima yang selalu berpindah, di dalam jumlah ini termasuk juga pedagang online. 

" Jadi untuk jumlah usaha seluruhnya ada 527 ribu," katanya. 

Untuk tingkat nasional, berdasarkan hasil sementara pendaftaran usaha sensus ekonomi 2016, jumlah usaha terbanyak ada di Pulau Jawa yaitu 16,2 juta. Angka ini naik dibandingkan sensus ekonomi 2006 yaitu 14.5 juta.

Khusus Sumatera berada diposisi kedua yaitu 5 juta usaha. Angka ini juga naik karena 2006 lalu ada 4 juta usaha. Sedangkan jumlah usaha paling sedikit ada di Maluku dan Papua yaitu 0,5 juta usaha saja. Angka ini naik 0,2 juta karena 2006 lalu hanya ada 0,3 juta usaha. 

Meskipun Maluku dan Papua paling sedikit jumlah usaha, dari sisi pertumbuhan justru tertinggi yaitu 51,7 persen. Semakin ke wilayah timur Indonesia, pertumbuhan jumlah usaha juga semakin tinggi. Peringkat kedua adalah Sulawesi dengan pertumbuhan 36,3 persen, Bali dan Nusa Tenggara 26,6 persen. Sementara Kalimantan 25,1 persen. Pulau Jawa mencatatkan pertumbuhan terendah yaitu 11,9 persen meskipun memiliki jumlah usaha terbanyak. Sumatera tumbuh 23,3 persen. (Rtc)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :